PLTGU Dimungkinkan Berdiri di Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dimungkinkan berdiri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mengingat potensi Gas yang melimpah di wilayah ini.

Seperti halnya, pembangkit listrik di Tambaklorok Semarang yang juga memanfaatkan gas dari Blok Gundih di Desa Sumber Kecamatan Kradenan. 

Djati Walujastono, Kepala Bidang Infrastruktur Dan Pengembangan Wilayah Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, menyatakan, untuk pembangunan PLTGU di Blora itu memang sangat memungkinkan. Karena potensi gas yang ada di Blora untuk menyuplai kebutuhan gas PLTGU. 

Meski demikian, kata dia, perlu ada kajian lebih lanjut. Termasuk pemabangunan dan pengelolaannya ditangani oleh swasta atau negeri. Sebab, jika di buat oleh pihak PLN sangat tidak memungkinkan karena untuk kebutuhan listrik di Blora tidak banyak. Namun, hal itu bisa diwujudkan jika nanti dikelola oleh pihak swasta.

Menurut Djati, selama ini sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang mengatakan jika Blora itu memiliki potensi untuk membuat PLTGU. Hanya saja, lanjut dia, tidak pernah ada yang membuat rincian dan presentasi kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pertamina untuk masalah ini. “Mereka hanya ngomong-ngomong saja,” ujarnya.

Baca Juga :   Ijin Flaring Blok Cepu Masih Proses Administrasi

Pihaknya menduga, tidak kunjung terealisasinya rencana tersebut dari beberapa pihah itu, lantaran harga gas yang cukup mahal. Sehingga mereka tidak pernah berani mempresntasikan hal itu kepada pihak pemerintah.

Sementara, Tenaga Ahli  Komisi 7 DPR RI, Seno Margono, menyatakan, jika Blora didirikan PLTGU itu sangat memungkinkan. Melihat potensi gas di Blora yang besar. Bahkan PLTGU Tambak Lorok di Semarang saja mengambil gas di Blok gundih di Blora untuk pasokan gas.

Kalaupun nanti Blora didirikan PLTGU, lanjut dia, sebenarnya tidak harus sebesar Semarang yang mencapai 799 megawatt. Akan tetapi cukup dengan 100 megawatt dengan kebutuhan gas sebesar 10 juta kaki kubik perhari.

“Itu sudah bisa membuat Blora terang benderang dan sangat bercukupan untuk mengaliri listri di Blora,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia,  jika listrik dari PLTGU terwujud, maka Blora bisa membuat kawasan industri berbasis gas. Sehingga bisa memberikan lapangan kerja untuk puluhan ribu warga Blora, dengan banyaknya investor yang masuk. Disamping itu, lanjut Seno, dengan Upah Minimum Regional (UMR) Blora yang rendah, dipastikan menarik investor untuk ke Blora.

Baca Juga :   Sosialisasi Jargas di Ngasem Batal

Untuk pengelolaannya nanti, menurut Seno, bisa dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa meberikan pemasukan besar ke daerah.

“Sehingga daerah tidak lagi bergantung ke APBN,” tuturnya.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, pendirian PLTGU perlu terlebih dahulu melihat potensi Kabupaten Blora. Selain itu, kata dia, juga harus melihat regulasinya apakah memungkinkan.

“Jika memungkinkan maka bisa saja untuk Blora membuat PLTGU,” terangnya. 

Saat ini, kata dia, telah dibuat pembangkit mini di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu, yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana latihan.

“Kalau regulasinya memungkinkan pasti bisa. potensi gas kan ada, tinggal regulasinya bagaimana,” ujar Arief. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *