SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam akan memblokir pekerjaan pipanisasi proyek Gresik-Semarang (Gresem) yang saat ini dilakukan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, yang dikerjakan oleh Konsorsium WiJaya Karya (Wika) – Rabana – Kelsri.
“Kami tahu jika ada pekerjaan baru untuk pipanisasi tersebut, tapi yang direkrut bukan dari lokal,” ujar salah satu perwakilan masyarakat asal Desa Pungpungan, Kecamatan kalitidu, Didik Siswanto, kepada www.Suarabanyuurip.com, Selasa (22/8/2017).
Pihaknya sudah melakukan protes kepada Konsorsium Wika – Rabana – Kelsri, agar melibatkan tenaga kerja lokal seperti pipanisasi di desa atau wilayah Bojonegoro sebelumnya.
“Waktu mengerjakan pipanisasi di Kelurahan Jetak oleh PT Antajaya, sub kontraktornya Wika – Rabana – Kelsri, kita semua dilibatkan, sekarang kok tidak. Malah rekrut dari luar,” tandasnya.
Sebelum melakukan aksi, Didik bersama warga lokal lainnya terlebih dulu akan mengadukan masalah ini kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk mendapatkan dukungan.
“Besok kita ke kantor dinas terkait, Mbak. Minta dukungan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pipa gas open access Gresem dibangun oleh Pertagas sepanjang 267 kilo meter (Km) dengan kapasitas maksimal 500 MMSCFD dan diameter pipa sebesar 28 inchi. Dari sisi pasokan gas sendiri akan disuplai dari gas excess Jawa Timur yang berpotensi berasal dari alokasi Husky CNOOC Madura Limited dan Blok Cepu serta lapangan lainnya mulai 2017. Proyek pipa ini awalnya ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun ini.
Untuk pengerjaan pipanisasi di Bojonegoro dimulai dari Kecamatan Baureno, hingga Kecamatan Padangan.(rien)