Revitalisasi Desain Produk Lokal Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Menanggapi perkembangan industri kreatif Indonesia, Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor: 6 Tahun 2015 membentuk Badan Ekonomi Kreatif  (Bekraf). Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, yang diharapkan bisa mengangkat potensi tersembunyi dari industri kreatif nasional. 

Melalui program IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) yang telah digulirkan sejak 2016. Bekraf mengirimkan tim untuk tinggal di Bojonegoro selama bulan Juli hingga Oktober 2017. 

Tim IKKON Bojonegoro telah menjalani tahap survei potensi lokal bulan Juli lalu dan bulan Oktober ini, memasuki tahap proses desain dan pra produksi.

Desainer Produk Ikkon Bojonegoro, Kristian Oentoro, menerangkan pengembangan produk di Bojonegoro mengarah pada revitalisasi desain dari produk lokal, dengan tetap memperhatikan keterampilan dan material lokal tetapi dibuat diversifikasi produknya. 

“Harapannya kolaborasi produk ini dapat mengangkat spirit kekinian dan kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.

Pada tahap ini Tim Ikkon mengunjungi kembali daerah Jari, Rendeng, Dolokgede, Jono, Tondomulo, Geneng, Sukerejo, untuk melakukan pengembangan ide dan eksplorasi dengan membagi menjadi beberapa tim. 

Baca Juga :   Kompensasi Tak Dipenuhi, Warga Lanjutkan Pemblokiran

Sedangkan Antropolog Ikkon Bojonegoro, Ichris Dian Mayasari, menjelaskan, jika selama tahap kedua ini, bersama desainer grafis dan videographer melakukan wawancara mendalam ke beberapa perajin seperti gerabah Malo, onyx, limbah jati, anyaman pandan, wayang thengul juga ledre, untuk bahan tulisan buku “Matoh: Buatan Bojonegoro” sebagai hasil program Ikkon”. 

“Saya berharap semoga buku tersebut bisa menggambarkan Bojonegoro sebenarnya dan membantu mempromosikan produk-produk Bojonegoro baik kepada masyarakatnya sendiri  juga ke luar daerah,” imbuhnya.

Mentor Ikkon Bekraf Bojonegoro, Yanna Diah Kusumawati, menambahkan,  kunjungan kedua ke Bojonegoro ini sudah berkolaborasi dengan para perajin. Pihaknya mendorong mereka mengembangkan produk yang sudah ada tanpa menghilangkan karakter mereka. 

“Selama ini kami juga selalu didukung dan difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro,” tukasnya.

Tim yang berlatar belakang keilmuan di bidang fashion, produk, tekstil, grafis, arsitek, interior, media, manajemen bisnis, antropologi, fotografi hingga video akan melakukan berbagai langkah pendekatan, pembelajaran, pendampingan guna mengembangkan industri kreatif berbasis potensi lokal. 

Tim Ikkon Bekraf akan tinggal di Bojonegoro selama empat bulan, dengan empat tahapan yaitu tahap survey potensi pada Juli. Tahap proses desain dan pra produksi pada Agustus, tahap proses prototype pada September, dan yang terakhir tahap penyempurnaan serta persiapan pameran Oktober 2017. (rien)

Baca Juga :   Tahun Ini Pemkab Bojonegoro Akan Kembali Bangun dan Normalisasi Embung

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *