Tak Ada Kompensasi Selama Air PDAM Mati

Warga tuban ambil air

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lestari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Slamet Riyadi, meminta maaf karena tidak bisa memberikan kompensasi apapun kepada pelanggannya selama air mati sejak hari Selasa (22/8) kemarin. Dia hanya bisa meminta maaf atas ketidaknyamanan, selama perbaikan pipa di jembatan depan Koramil Merakurak.

“Maaf tidak bisa memberikan kompensasi,” ujar Direktur Slamet Riyadi, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (24/8/2017).

Adanya pelebaran jembatan di Kecamatan Merakurak, berdampak matinya air PDAM di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban dan sebagian Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Praktis, pipa PDAM harus dipindah dan mengharuskan air dimatikan.

Dalam proses pemindahan pipa ini ternyata tidak mudah. Petugas pengelasan harus mengulangi pekerjaanya, karena terjadi kerusakan di pipa. Untuk mempercepat perbaikan, timnya harus lembur 24 jam dengan sistem rolling.

“Kami targetnya Sore ini sudah selesai,” harapnya.

Sekalipun direktur PDAM telah meminta maaf, pelanggan tak berhenti melancarkan gelombang protes di media sosial. Mereka meminta ada ganti rugi, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Baca Juga :   Jasad Korban Ditemukan Perangkat Desa Batang

“Tak ada kabar kalau perbaikan mendadak airnya mati,” ungkap warga Kelurahan Sidorejo, Tarsani dikonfirmasi terpisah.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dia mulai kemarin membeli isi ulang air galon. Selain itu, juga mendatangkan air dari sanak keluarganya yang memiliki sumur bor. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *