SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Manajemen kesebelasan Persatu Tuban, Jawa Timur, di akhir laga home/kandang Liga 2 nekat melawan tim Persebaya Surabaya tanpa penonton. Tidak adanya pemasukan dari tiket, membuat manajemen harus merogoh kocek dalam untuk membiayai pertandingan sekaligus pengamanannya yang akan digelar pada hari Senin 28 Agustus 2017 mendatang.
“Gak ada untunganya justru malah rugi melawan Persebaya,” ujar Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan singkat, Jumat (25/8/2017) kemarin.
Kerugian pertama, manajemen dan panitia pelaksana (panpel) tidak mendapatkan pemasukan dari tiket suporter Ronggomania maupun Bonek. Keduanya, Laskar Ronggolawe tidak mendapatkan dukungan langsung dari pendukung fanatiknya.
Sekalipun demikian, manajemen tetap ngotot pertandingan kontra Persebaya digelar di Lokajaya. Dalam laga ini diakui Roni hanya untung disiarkan langsung di televisi nasional Tv-One.
Dilain sisi, Roni enggan buka-bukaan soal budget biaya pengamanan yang disediakan. Sebagaimana hasil koordinasi terakhir di Mapolres Tuban, sedikitnya ada 1.500 personel yang diterjunkan mulai TNI/Polri, Brimob, dan Dalmas Polda Jatim.
“Gak etis lah kalau dibuka jumlah biaya pengamanannya, Mas,” imbuhnya.
Dipastikan berapapun biaya yang dibutuhkan dalam laga kandang terakhir, manajemen Persatu yang menghandle semuanya.
Ketua KONI Tuban, Mirza Ali Mansyur, juga bangga dapat menjamu Persebaya di Lokajaya dalam laga dua ini. Dia hanya berharap selama pertandingan lancar, dan tidak ada kerusuhan di luar stadion.
“Hanya aman dan lancar yang kami inginkan,” pintanya.
Tidak adanya penonton dalam laga kontra Persebaya membuat Ronggomania ngamuk. Sejak menyebar di media sosial, gelombang protes dari pendukung suporter terus mengalir.
“Kami hanya minta maaf dan mohon kerjasamanya,” pungkas Roni. (Aim)