SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1438 H, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus berhati-hati ketika membeli hewan kurban di pengepul. Hasil pemeriksaan Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat hari Selasa (29/8), banyak hewan kurban yang belum layak disembelih.
“Ada yang belum cukup umur dan penyakitan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan DPP Tuban, Basoeki Tjahyono, ketika ditemui suarabanyuurip.com di lokasi pengumpulan hewan kurban Nurul Hayat Cabang Tuban, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban.
Hewan kurban yang belum waktunya disembelih salah satunya mata sapi dan kambing sakit. Rata-rata hewan di pengepul didatangkan dari berbagai tempat. Dimungkinkan selama perjalanan terpapar debu, akhirnya matanya sakit.
Faktor lainnya, hewan kurban yang disediakan umurnya belum cukup untuk yang harganya di bawah Rp2 juta. Sedangkan untuk kambing yang harganya Rp3 juta sudah layak dikurbankan.
“Untuk sapi ada dua yang belum tanggal giginya atau pupak,” imbuh pria humanis ini.
Bagi hewan yang matanya sakit dan bagian tubuhnya korengan, Basoeki langsung memberikan salep kulit dan obat tetes mata. Diharapkan pengepul juga merawat dengan baik, sampai hewan kurban benar-benar sah secara hukum agama.
“Pembeli harus teliti ciri fisik hewan yang hendak dibeli,” tambahnya.
Terpisah, Pimpinan Cabang Nurul Hayat Tuban, Kholid, berterimakasih adanya pemeriksaan hewan kurban dari pemerintah setempat. Berbagai kritikan dan masukan akan menjadi bahan perbaikan yayasannya.
“Terimakasih segala masukannya,” sergahnya.
Tahun ini, Nurul Hayat menyediakan lima sapi dan 70 ekor kambing untuk konsumennya. Selain dari Tuban, banyak pula warga dari Lamongan yang membeli hewan kurban miliknya.
Untuk harga sapi kisaran Rp15 juta sampai Rp19 juta/ekor. Sedangkan untuk kambing harganya Rp2,1 juta sampai Rp3,5 juta/ekor. Dimana setiap hari mampu menjual lima sampai 10 ekor sapi dan kambing.
Selain pengepul di Nurul Hayat, DPP juga menyasar sejumlah pedagang dan masjid yang menjadi lokasi pengumpulan hewan. Upaya ini akan dilakukan terus menerus sampai semua hewan kurban layak dikurbankan. (Aim)