SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Penjual sapi dan kambing di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan sepinya penjualan hewan kurban tahun ini.
“Dibanding tahun lalu penjualan hewan kurban kali ini lebih sepi. Turun hingga 15 persen,” kata salah satu penjual kambing asal Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Abdullah, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (31/8/2017).
Sepinya penjualan hewan kurban, menurutnya dimungkinkan karena banyaknya warga yang memiliki kambing dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Selain itu saat ini sebagian petani juga tidak sedang musim panenan.
Puncak penjualan hewan kurban baik sapi dan kambing terjadi pada hari H-3 Idul Adha. Pembeli dari perorangan namun lebih banyak dari masjid dan pondok pesantren.
“Kalau sekarang masih ada satu dua pembeli namun tidak seramai pada H-3 Idul Adha,” kata penjual sapi dan kambing asal Desa Balandono, Kecamatan Babat, Dasrun.
Untuk satu harga kambing gibas dan jawa berkisar antara Rp 2 juta, dan kambing etawa Rp 3 juta. Sedang harga satu ekor sapi dengan bobot sekira 2 kwintal dipatok Rp 20 juta lebih.
“Bobot kambing sekira 25 kilogram sedang sapi bobotnya rata-rata 2 kwintal,” terang Dasrun.(tok)