SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) ikut terlibat dalam proyek EPC GPF (Engineering, Procurement, and Construction Gas Processing Facility) unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC).
“Harus terlibat, karena keberadaan BBS memang ditujukan untuk menangkap peluang industri migas di Bojonegoro,” tegas Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/9/2017) kemarin.
Menurutnya, selama ini pembentukan BBS masih dalam lingkup kegiatan industri minyak dan gas bumi (Migas). Sehingga, hasil kinerja PT BBS tahun ini masih belum maksimal karena semua rencana bisnis dalam proses.
“Dalam industri migas itu tidak bisa dibandingkan dengan bisnis lainnya, proses yang dihadapi memamg cukup rumit dan panjang,” tukasnya.
Pihaknya berharap, semua peluang bisnis seperti pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Tuban, pengelolaan Lapangan Sukowati di Blok Tuban, kilang mini, dan lain sebagainya bisa segera terwujud. Meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Sambil menunggu itu semua, BBS juga mesti mempersiapkan diri di J-TB, kami akan mendukung agar BBS bisa memberi kontribusi bagi Bojonegoro sesuai tujuan utama didirikannya sejak awal,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, belum memberikan tanggapan tentang hal tersebut. Pesan pendek yang dilayangkan Suarabanyuurip.com belum mendapat balasan.(rien)