Terkenal Sakral, Tanah Jipang Dibawa ke Magelang

Tanah Jipang

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Upacara pengambilan sebagian tanah makam gedong angeng Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mewarnai Gowes Pesona Nusantara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di Kota Minyak ini, Minggu (3/9/2017).

Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyatakan, jika tanah yang diambil dari Jipang itu akan disatukan dengan tanah lain dari 90 kabupaten/kota di 34 Provinsi se-Indonesia di Kabupaten Magelang, pada puncak peringatan Hari Olah Raga Nasional.

Diketahui, tanah tersebut dibawa dengan sebuah wadah berbahan tanah liat yang dibungkus kain putih. Buka hanya tanah, air-pun juga turut dibawa untuk disatukan dengan air dari wliyah lainnya.

“Jadi ada pesan moral disitu. Masing-masing daerah yang dikunjungi, menyerahkan tanah dan air untuk disatukan. Jadi pesannya adalah olah raga menyatukan kita,” terang Bayu Rahardian, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus , Kementerian Pemuda dan Olah Raga, saat menghadiri Gowes Pesona Nusantara di Cepu.

Menurutnya, penyatuan tanah dan air tersebut akan dilakukan di Lembah Tidar Kabupaten Magelang. Dipilihnya lokasi itu, karena dianggap sebagai titik pusatnya Indonesia.

Baca Juga :   Diduga Ditinggal Nikah Pacar, Pemuda di Bojonegoro Gantung Diri

“Tanah dan air dari 90 kota/kabupaten itu nantinya dijadikan satu di Lembah Tidar,” tandasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa dari petunjuk yang ditentukan, mengharuskan mengambil tanah dan air dari tempat-tempat yang disakralkan di daerah setempat.

“Untuk pemilihannya itu tergantung dari daerah masing-masin yang menentukan,” terangnya.

Sementara, Hary Sutiyono, ketua panitia pelaksana Gowes Nusantara tersebut, menyatakan jika pemilihan Cepu sebagai tempat dilaksanakannya acara tersebut adalah kehendak Bupati Blora.

“Karena bupati meyakini jika dilaksanakan di Cepu, acara akan ramai dan banyak yang  mengikuti,” tandasnya.

Namun, pria yang menjabat Ketua KONI Blora ini tidak mau berkomentar terkait pengambilan tanah tersebut.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *