Investor Wisata Kambang Putih Gulung Tikar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pengelola Wisata Kambang Putih Tuban Park (KPTP), CV Cahya Ananta asal Pati, Jawa Tengah, pekan ini gulung tikar alias mungundurkan diri karena menelan kerugian miliaran rupiah. Praktis dengan gulung tikarnya wisata di kawasan Terminal Tipe A Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, pendapatan sewa lahan Rp130/ tahun juga hilang.

“Pengelola wisata telah mengajukan surat pengunduran diri,” ujar Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Tuban, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Selasa (5/9/2017).

Surat pengunduran diri sudah naik ke Bupati Tuban, Fathul Huda. Tinggal menunggu disposisi. Nantinya akan dibahas tim lintas dinas, terkait masa depan wisata di kawasan terminal Tipe A di Kecamatan Jenu tersebut.

Akibat pengunduran diri investor, pemkab tidak lagi menerima uang sewa lahan sebanyak Rp130 juta per tahun. Padahal, apabila kontraknya sampai lima tahun pemkab akan menerima uang Rp650 juta.

Sebagaimana diketahui, CV Cahya Ananta awalnya berkomitmen mengembangkan wisata KPTP melebihi Juwana Water Fantasy (JWF) Jawa Tengah. Sepinya pengunjung, membuat investor mengibarkan bendera putih di tahun kedua kontrak.

Baca Juga :   Disparbud Lamongan Gelar Pekan Seni Pelajar

Teken kontrak wisata KPTP ini terjadi pada kisaran bulan April 2016. Waktu itu, Pemkab Tuban diwakili Sekda Tuban, Budi Wiyana. 

Tercatat pula, area Terminal Wisata Tuban (TWT) di Jalan Pantura Tuban-Surabaya ini, telah lama mangkrak sejak pembangunannya dimasa kepemimpinan Bupati Haeny Relawati. Sampai tahun 2017, masih jarang Mobil Pengangkut Umum (MPU) yang singgah ke dalam TWT.

Pembangunan terminal Tuban yang terletak di pinggir jalur Pantura, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, dalam pembangunannya menghabiskan anggaran 30 miliar rupiah lebih. Diketahui 8 miliar rupiah dari investor lokal, dan sisanya atau sebagian besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tuban.

“Mohon supportnya karena banyak pihak yang harus diajak koordinasi untuk mengembangkan wisata bahari,” harapnya.

Sementara, Direktur CV Cahya Ananta, Hartatik, membenarkan keputusan tersebut. Tahun ini terakhir menjadi pengelola wisata KPTP di Jalan Pantura Kecamatan Jenu.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *