SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Rombongan dari Kantor Imigrasi Kelas Khusus Batam melakukan kunjungan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (7/9/2017). Kedatangan mereka di Bumi Angling Dharma (sebutan lain Bojonegoro) tak lain adalah untuk belajar OGP.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Bojonegoro, Suyoto menjelaskan, setiap kegiatan dan inovasi yang dilakukan khususnya semangat Open Goverment Partnership (OGP).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas Lhusus Batam, Lucky Agung Binarto, mengatakan, Â semangat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu inspirasi yang kini dikembangkan oleh Instansinya.
“Satu bulan saya menjabat langsung meniru Bupati Suyoto dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Jika selama ini untuk antrean pelayanan imigrasi masih manual, bahkan masyarakat mulai antre sejak pukul 5 pagi dan antrean sampai di jalan raya. Kini, membuat kebijakan antrean pelayanan dan pengurusan dengan menggunakan media WhatsApp (WA). Jadi mereka mendaftar melalui WA dan jelas tertera antrean nomer berapa dan jam berapa mereka bisa datang.
“Jika selama ini harus antre mulai pagi kini setelah tahu nomer antrean maka pemohon datang 30 menit sebelumnya,” imbuh Lucky.
Lucky menuturkan, bahwa inovasi yang dikembangkan lainnya adalah Satelit Marine Traffic Troy atau aplikasi pengecekan posisi kapal. Jika dulu harus pengecekan manual kini dengan menggunakan satelit dapat diketahui dimana posisi kapal sebenanrnya apakah sudah masuk atau belum.
“Kedepan, akan mengupayakan APPM atau penggantian paspor secara mandiri seperti ATM,” tukasnya.
Sengaja hari ini memboyong seluruh pejabat di jajarannya untuk belajar di Kabupaten Bojonegoro tentang transparansi dan akuntabilitas yang dibangun oleh Kabupaten Bojonegoro.
Semangat OGP merupakan hal yang luar biasa. Study banding ini adalah untuk membuka wawasan seluruh aparatnya bahwa keterbukaan bisa dilakukan dalam hal apapun.
“Kami optimis apa yang didapat di Bojonegoro akan diimplementasikan,” pungkasnya.(rien)