SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengingatkan Pertagas supaya peduli dengan masyarakat sekitar penanaman pipa gas dari Gresik sampai dengan Semarang sepanjang 267 kilometer dari potensi kebocoran pipa gas yang akan terpasang di Bojonegoro.
“Pertagas harus mengantisipasi adanya kebocoran pada pipa gas,” kata Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi, kepada suarabanyuurip.com, Senin (11/9/2017).
Potensi kebocoran bisa saja terjadi akibat kelalaian manusia atau memang kesalahan tekhnis pada saat memasang pipa. Hal ini harus dilakukan kesepakatan baik dengan pemerintah setempat ataupun masyarakat.
“Menurut kami, harus ada kesepakatan seandainya terjadi kebocoran dan menimbulkan kerugian, bentuk tanggung jawabnya harus jelas,” imbuhnya.
Sebelum disampaikan kepada Pertagas, Politisi asal Partai Gerindra ini mengaku akan mempelajarinya lebih dalam lagi. Setelah itu, akan meminta komitmen kepada Pertagas terkait hal itu.
“Kita akan pelajari lagi soal ini, terkait keselamatan warga disepanjang jalur pipa,” imbuhnya.
Sementara itu, Humas Pertagas, Herianda, menegaskan, setelah semua pipa terpasang, akan ada larangan untuk menanam tanaman diatas lahan pipa gas.
“Nanti kita sosialisasikan kepada warga agar tidak menanam diatas lahan pipa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pipa gas open access Gresik-Semarang dibangun oleh Pertagas sepanjang 267 km dengan kapasitas maksimal 500 MMSCFD dan diameter pipa sebesar 28 inchi. Dari sisi pasokan gas sendiri akan disuplai dari gas excess Jawa Timur yang berpotensi berasal dari alokasi Husky CNOOC Madura Limited dan Blok Cepu serta lapangan lainnya mulai 2017.(rien)