SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei dan Anggota DPR RI Komisi VIII, Kuswiyanto, serta Bupati Bojonegoro, Suyoto, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Butoh, Kecamatan, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (14/9/2017).
Selain membahas tentang dampak bencana alam kekeringan, dan banjir, dalam kunker yang di pusatkan di lapangan bola Desa Trenggulunan tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan Desa Butoh sepanjang 15 meter pasca bencana banjir. Dengan sumber dananya dari BNPB 2017 senilai Rp 1.076.198.000.
Hadir dalam acara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Camat Ngasem, Machmuddin, Kepala Desa se Kecamatan Ngasem, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, dan Muspika Ngasem.
Dalam sambutannya, Bupati Suyoto, mengatakan, upaya untuk penanggulangan dampak bencana alam baik banjir maupun kekeringan terus dilakukan. Â Seperti pembangunan jembatan Desa Butoh yang beberapa waktu rusak diterjang banjir, membangun embung-embung, tanggul, dan perbaikan saluran air.
“Alhamdulillah dampak kekeringan tahun ini sudah berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu,†kata Bupati Suyoto.
Kang Yoto sapaan akrab Bupati Suyoto, mencontohkan, Desa Sendangharjo salah satu desa di Kecamatan Ngasem dulu setiap tahunnya selalu kekeringan air bersih. Tapi sejak sekira tiga tahun lalu sudah bebas dari kekeringan air bersih.
“Di Desa Sendangharjo sudah lancar air bersihnya. Karena sudah memiliki saluran air yang diambilkan dari Sendang Grogolon, Kecamatan Dander,†ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII, Kuswiyanto, mengungkapkan, sebesar Rp10 miliar dana yang mengucur di Bojonegoro dalam kegiatan pendanaan hibah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2017.
Dari dana Rp10 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan Jembatan Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, dengan pagu dana sebesar Rp1.083.600.000, pembangunan Jembatan Babad, Kecamatan Kedungadem, pagu dana sebesar Rp1.875.600.000, pembangunan Jembatan Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, pagu dana sebesar Rp2.786.400.000.
Pembangunan longsoran tebing sungai Dusun Tengaring, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, pagu dana sebesar Rp1.250.000.000, pembangunan longsoran Jalan Raya Sekar – Bojonegoro, Kecamatan Sekar, pagu dana sebesar Rp1.195.000.000, dan pembangunan longsoran Kali Pacal, Desa Senganten-Sambongrejo, Kecamatan Gondang, dengan pagu dana sebesar Rp1.250.000.000.
“Alhamdulillah apa yang kami perjuangkan selama ini di pusat bisa terwujud, dan akan terus berjuang agar Bojonegoro kedepan semakin “JOS MATOH†sesuai harapan kita semua,†ucap anggota DPRRI dari dapil IX (Bojonegoro-Tuban) ini.
Sementara Kepala BNPB Wiliem Rampangilei, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Bupati Suyoto dan anggota DPRRI Komisi VIII, Kuswiyanto dalam mengantisipasi dampak bencana. Mulai dari membangun embung, tanggul, saluran air dan termasuk juga dalam meningkatkan perekonomian warga. Sehingga yang semula masuk 10 besar tingkat kemiskinan saat ini Bojonegoro sudah tidak lagi masuk dalam 10 besar tersebut.
“Penanggulangan bencana ini tidak mungkin hanya ditangani oleh pemerintah saja. Tetapi juga peran masyarakat dan pemerintah harus bersatu bergerak bersama-sama menanggulanginya,†imbuhnya.
Dalam acara kunjungan kerja tersebut secara simbolis dilakukan penyerahan bantuan logistik dan peralatan dari BNPB kepada BPBD Bojonegoro. Kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Butoh oleh Bupati Suyoto, Anggota Komisi VIII, Kuswiyanto, dan Kepala BNPB Wiliem Rampangilei.(sam)