SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Dana ratusan juta rupiah dari hasil kompensasi sewa lahan penanaman pipa gas PT Pertamina Gas (Pertagas) yang diterima Pemerintah Desa (Pemdes) Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan infrastruktur desa.
“Dana yang diterima dari Pertagas dimanfaatkan untuk pembangunan desa dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Keputusan itu sudah dimusyawarahkan dengan lembaga desa dan tokoh masyarakat,” kata Kepala Desa (Kades) Surabayan, Sunarto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/9/2017).
Total dana kompensasi sewa lahan penanaman pipa gas yang diterima Pemdes Surabayan sekira Rp143 juta. Lahan milik desa yang disewa merupakan jalan desa sepanjang 200 meter.
Selain dari sewa lahan desa juga terdapat tanah bengkok Kades sepanjang 23 meter yang mendapat kompensasi sewa Rp 21 juta.
“Dari sewa tanah bengkok Kades juga saya masukkan ke desa untuk pembangunan desa,” terang Sunarto.
Beberapa hasil bangunan yang telah terealiasi dari dana sewa diantaranya yaitu jalan makam desa dan pembangunan tribun lapangan voli senilai Rp 65 juta. Selain itu juga diberikan untuk enam masjid. Setiap masjid mendapatkan dana Rp 20 juta.
Tak hanya itu, dana sewa lahan juga dibagikan untuk kegiatan RT. Dari 10 RT yang ada setiap RT mendapatkan bagian Rp 2,5 juta.
Penanaman pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) di Desa Surabayan sendiri panjangnya mencapai 1600 meter atau 1,6 kilometer. Selain tanah desa dan bengkok kepala desa lahan lainnya merupakan milik 15 orang warga.
“Setiap warga pemilik lahan rata-rata mendapatkan dana sewa lahan dari Pertagas antara Rp 45 juta hingga Rp 70 juta,” jelas Sunarto.(tok)