SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tak butuh waktu lama setelah investor asal Jawa Tengah, CV Cahya Ananta mundur, kini sudah ada dua investor baru yang serius melirik objek wisata Kambang Putih Tuban Park (KPTP). Lelang bakal  dibuka, setelah Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, menerima masukan dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DPKPO) perihal kesepakatan dengan investor pertama.
“Ada banyak yang melirik dan masih rahasia namanya,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip,com, ketika dikonfirmasi di gedung dewan, Sabtu (23/9/2017).
Memorandum of Understanding (MoU) wisata kambang putih di belakang terminal Tipe A Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, sekarang masih dikaji. DPKPO Tuban juga sudah menerima surat masuk pengunduran diri tersebut.
Politisi PKB itu meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang beroperasi di Jalan Manunggal segera mempelajari perjanjiannya. Seingatnya ada satu klausul, disetiap tahun memang ada peninjauan wisata Kambang Putih.
“Mundurnya investor Jawa Tengah itu juga terlambat,” terang Noor Nahar.Â
Seharusnya apabila ingin mundur pada bulan Juni 2017, sebulan sebelumnya surat sudah masuk ke pemkab. Kenyataannya surat masuk baru bulan Agustus kemarin.
Lebih dari itu, berhentinya CV Cahya Ananta tidak membuat rugi daerah. Sebaliknya justru investasi yang tidak bisa dipindah, telah menjadi hak milik daerah.
Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bupati menunggu masukan dari OPD terkait. Baik dari seisi teknis, yuridis, maupun faktual. Setelah itu, baru dilimpahkan ke investor baru.
Teken kontrak wisata KPTP bersama investor CV Cahya Ananta terjadi pada kisaran bulan April 2016. Waktu itu, Pemkab Tuban diwakili Sekda Tuban, Budi Wiyana.
Awalnya investor tersebut berkomitmen mengembangkan wisata KPTP melebihi Juwana Water Fantasy (JWF) Jawa Tengah. Sepinya pengunjung, membuat investor mengibarkan bendera putih di tahun kedua kontrak. (Aim)