SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Keteledoran oknum perawat RSUD dr. R. Koesma Tuban, Jawa Timur, IS asal Kecamatan Bancar yang mengakibatkan bayi seorang bidan asal Tasikmadu, Kecamatan Palang meninggal sangat disayangkan banyak pihak. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tuban, Miftahul Munir, langsung minta maaf kepada masyarakat khususnya keluarga.
“PPNI sebagai profesi memohon maaf atas insiden ini,” ujar Miftahul Munir, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Sabtu (23/9/2017) kemarin.
PPNI sebagai wadah perawat Bumi Wali (sebutan lain Tuban) selalu mengedepan pelayanan profesional. Didasarkan pada bentuk pelayanan bio, phykho, sosial secara komprehenship.
Sekaligus terus meningkatkan kemampuan, keterampilan dan attitude melalui seminar, kursus atau pelatihan dalam meningkatkan kopetensi. Kejadian ini sebagai musibah, kita sebagai umat beragama mengembalikan pada sang kholiq.
Munir menegaskan, selama ini manajemen RSUD terus berbenah dalam hal peningkatan pelayanan. Kelalaian perawat yang terjadi hanya ulah oknum, dan sudah ditindak tegas.
Publik diminta jangan ragu berobat di RSUD. Tak perlu lagi ada rasa was-was, karena Dirut Saiful Hadi telah berkomitmen melayani pasien sebaik mungkin.
Terpisah, Dirut RSUD dr. R. Koesma, Saiful Hadi, juga meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat. Kejadian luar biasa ini merupakan insiden yang tidak diinginkan.
“Setiap apel semua petugas selalu diingatkan tapi kalau ada yang lalai sudah diluar dugaan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban ini, juga berencana merombak jajarannya. Khususnya dalam tes setiap kepala ruangan, harus memiliki etika yang baik dan mampu mengkondisikan bawahannya.
“Jangan ragu berobat di rumah sakit milik daerah,” pungkasnya. (Aim)