SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Rombongan pelaku pemerasan bermodus meminta sumbangan akhir-akhir ini sedang marak di sekitar Lapangan Gas Sumber, Blok Tuban, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pelakunya diduga oknum yang mengaku dari Lembaga Swadsaya Masyarakat (LSM), maupun wartawan.
“Datangnya mereka rombongan satu mobil,” ujar Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Merakurak, Yemy Tristantono, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Selasa (26/9/2017).
Yemi mengaku, sudah dua kali didatangi oknum seperti itu di kantornya Balai Desa Sambonggede. Peminta sumbangan tersebut datang minimal dua orang. Wajahnya garang, ada yang bertato, dan berperawakan kalem.
Berbekal pengalaman aktivis, dia tidak gentar berhadapan dengan oknum tersebut. Justru ketika berani adu argumen, mereka selalu berkelit mencari alasan.
“Ada yang mengaku asli Baturetno, Kecamatan Tuban,” imbuh pria yang juga sebagai Kepala Desa Sambonggede.
Setelah ditanya apakah kenal tokoh masyarakat setempat, mereka mengelak dengan dalih baru datang merantau dari tanah seberang. Sikap inilah yang membuat pihaknya curiga.
Tak lama, oknum tersebut menyodorkan 4 kwitansi kosong dengan nominal Rp250.000/ lembar. Modusnya ketika menyumbang pada kegiatan, dijanjikan dimuat di sebuah media.
“Curiga dengan gelagatnya akhirnya kwitansi tersebut saya tolak,” tegasnya.
Ternyata informasi yang diterimanya, perangkat Desa Sumber juga menjadi korban. Entah berapa nominalnya, dikabarkan juga telah didatangi oknum yang menggunakan mobil plat K.
Dihimbau semua stakeholder baik perangkat desa, lembaga pendidikan untuk waspada. Jika mereka memaksa, laporkan saja ke Bhabinkamtibmas.
“Saya tidak ingin ke perkara hukum jadi ya cukup debat,” terangnya.
Mendengar maraknya aksi pemerasan di Kecamatan Merakurak, membuat geram Ketua Ronggolawe Press Solidarity (RPS), Khoirul Huda. Wartawan media harian Bhirawa ini meminta perangkat desa maupun pegawai kecamatan untuk melawan.
“Kalau niat iklan ke media yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan produk jurnalistiknya,” sambungnya.
Untuk meningkatkan pemahaman perangkat desa soal wartawan, Huda berencana bersinergi dengan Bagian Humas dan Protokol Setda Tuban. Diharapkan kegiatan ini mendapat gayung bersambut dari para camat.
“Tinggal nunggu keputusan dari bagian humas dan protokol setda,” pungkasnya. (Aim)