SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Secara tidak sengaja pada hari Minggu (24/9) kemarin, penambang tradisional menemukan tulang ditengarai dua kerangka manusia di tengah tambang batu karst oro-oro ombo Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tulang belulang yang sudah hancur lebur, itu ditemukan di dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih tiga meter.
“Saat menggali batu kumbung (karst) terlihat sebuah tulang,” ujar penambang karst asal Jadi, Kasman, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di lokasi tambang, Rabu (27/9/2017).
Penasaran dengan temuan itu, akhirnya bersama penambang lainnya digali lebih dalam. Ternyata ditemukan tulang belulang lebih banyak, dengan susunan tak beraturan di dalam sumur dengan diameter dua meter.
Sebagai pekerja, Kasman tidak memiliki waktu banyak untuk menggali. Sesekali ketika ada waktu senggang, dan dengan telaten terkumpul tulang manusia dari tengkorak kepala, rahang, tulang betis, hingga gigi.
“Yang pasti ada dua kerangka yang terkumpul,” imbuhnya.
Sebelum menemukan kerangka manusia ini, Kasman mengaku tidak bermimpi apapun. Hanya waktu menggergaji batu di dekat sumur, jempol kakinya nyaris tersambar mata gergaji.
Beruntung gergaji segera dimatikan, dan tidak terjadi laka kerja. Insiden ini setelah dipikir Kasman, merupakan firasat untuk membongkar tulang tersebut.
“Sudah waktunya pemilik tulang ini minta dikubur dengan layak,” tambahnya.
Sampai hari keempat pasca penemuan tulang pertama, penambang masih berusaha menggali tanah yang berbau amis. Kondisi tanah yang kering dan gembur, memudahkan penggalian hanya dengan kedua tangan.
Diyakininya, kalau digali terus pasti masih ada banyak tulangnya. Keterbatasan alat komunikasi, membuat Kasman belum melaporkan temuan ini ke pemerintah desa maupun kepolisian.
Dikonfirmasi perihal ini, Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, langsung menugaskan anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya tulang tersebut dimakamkan di pemakaman umum di sebelah timurnya yang berjarak 100 meter.
“Rencana dimakamkan di pemakaman umum desa,” sambungnya.
Sementara, juru bicara Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Tuban, Endang Sri Wuryani, ketika dikonfirmasi temuan ini belum berani memberikan penjelasan lebih jauh. Pihaknya bakal melakukan survei terlebih dahulu, baru dilakukan kajian.
“Kita survei kemudian dikaji baru bisa menyimpulkan,” pungkasnya. (Aim)