SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Setelah menerima laporan adanya gelandangan di jalur pantura Tuban – Semarang KM 6 Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan kondisi telapak kakinya membusuk. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) langsung membawanya ke RSUD dr R. Koesma Tuban.
Dimana seluruh biaya pengobatannya ditanggung langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban.
“Langsung kami evakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Kepala Dinsos P3A Tuban, Nurjannah, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (28/9/2017).
Gelandangan tersebut diketahui, bernama Bambang asal Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang. Dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi luka pada kakinya.
Nantinya pemkab juga akan menghubungi pihak keluarga, untuk dilanjutkan perawatan lebih lanjut. Sebagai tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, pengobatan selama tindakan medis ditanggung instasinya yang beroperasi di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban.
Selama ini, Bambang tinggal di bawah pohon pandan dengan kondisi telapak kaki kanan membusuk. Hal ini akibat terbakar sewaktu membuat perapian untuk menghangatkan tubuh sewaktu tidur. Kondisi kaki yang parah dan tidak terawat, membuat lukanya terus mengerogoti sampai ke tulang.
Bambang ketika diajak komunikasi mengaku takut kembali ke desanya. Hal ini karena kisaran tahun 2015-2016, dia memiliki riwayat yang merugikan masyarakat. Contohnya mengamuk sambil merusak kantor desa.
“Saya minta diobati saja kalau dipulangkan gak mau,” terangnya.
Dia mengaku sudah tak memiliki rumah lagi. Sewaktu mengamuk, Bambang juga pernah dilarikan ke Rumah Sakit Menur Surabaya. Ternyata waktu tes psikologi, lolos dan dinyatakan waras.
Humas RSUD dr. R. Koesma Tuban, Sutrisno, membenarkan gelandangan asal Plumpang dirawat di rumah sakit milik daerah. Biayanya sudah ditanggung Dinsos P3A Tuban.
“Kami akan obati dan rawat sesuai standart,” pungkasnya.(Aim)