Sekda Bojonegoro Daftar Bacabup Melalui Partai Demokrat

Sekda Suhadi Mulyono daftar di demokrat

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Jawa Timur menerima pendaftaran Soehadi Moelyono sebagai bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro. Soehadi Moelyono seperti diketahui, saat ini masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro.

“Iya benar, hari ini Pak Moel (sapaan akrab Sekda) mendaftar di kantor DPD di Surabaya,” kata Ketua DPC Partai Demokrat, Sukur Prianto, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (30/9/2017).

Pendaftaran tersebut, tepat hari terakhir perpanjangan waktu yang diinstruksikan DPP ke seluruh DPC se -Jawa Timur. Perpanjangan waktu pendaftaran yang semestinya sampai pada 21 September 2017 lalu dikarenakan banyaknya permintaan dari masyarakat.

“Total ada 17 orang yang mendaftar di Partai Demokrat menjadi bacabup dan bacawabup,” imbuhnya.

Mendaftarnya Sekda Soehadi Moelyono bukan lagi hal yang mengejutkan bagi sebagian masyarakat Bojonegoro. Karena, sejak awal isu yang berkembang pria yang hobi mendaki gunung tersebut santer menjadi salah satu kandidat kuat menggantikan Suyoto, bupati sekarang ini.

“Pendaftaran dilakukan di kantor DPD sesuai perintah, kalau di Bojonegoro sudah ditutup sejak Kamis pekan lalu,” tegasnya.

Baca Juga :   Kedepan Pemuda Bojonegoro Tak Perlu Bekerja ke Luar Daerah

Setelah ini, pihaknya mengaku masih akan berkoordinasi untuk melakukan langkah selanjutnya. Yang jelas, masing-masing calon akan dikenalkan kepada masyarakat melalui Partai Demokrat.

“Kalau untuk rekomendasi Partai, belum mengarah ke calon siapapun. Keputusannya nanti ya, ditunggu saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari 17 rinciannya Bacabup yang mendaftar di Partai Demokrat diantaranya Hj. Mitroatin (ketua DPRD), Setyo Hartono (Wabup), Kuswiyanto, Pitono, Sukur Priyanto, Gatot Agung, Taufiqqurahman, Pak Tris Pinggiran, Ana Muawanah, Akmal Boedianto, Heru Suroso, Wahyu Subagdiono, serta Sekretaris Daerah, Soehadi Moelyono.

Dikonfirmasi terpisah, Soehadi Moelyono mengatakan, setelah mendaftar di Partai Demokrat selanjutnya akan mengikuti prosedur yang berlaku sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kalau mendaftar, saya baru di Partai Demokrat dan Golkar saja,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *