Mewujudkan Desa Mandiri Melalui PMM

rakor

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Operator Migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bekerjasama Yayasan Bina Swadaya, menggeralr Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (2/10/2017). 

Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut Program Peningkatan Penghidupan Masyarakat melalui pengelolaan sumberdaya alam secara mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban atau disebut sebagai Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat (PMM).

Perwakilan dari Yayasan Bina Swadaya, Suryo, menyampaikan apa yang dilakukan selama ini adalah merupakan cita-cita bersama untuk membuat desa menjadi tolak ukur kemandirian awal. 

“Itu dibuktikan dengan adanya produk-produk yang sudah dihasilkan masyarakat yang bisa kita lihat bersama,” imbuhnya. 

Saat ini, lanjut dia, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kerjasama dengan dinas-dinas terkait dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemasaran keluar wilayah. 

“Apabila masih ada permasalahan, maka kita siap mendampingi agar masalah tersebut bisa terselesaikan,” tegas Suryo. 

Sementara itu, perwakilan dari EMCL, Beta Witjaksono, mengungkapkan, program 

Baca Juga :   Keramik Balong Blora Diserbu Pengunjung di Pameran TMII

yang dilakukan di 20 desa ini merupakan program pendukung operasi EMCL. Dari program PMM tersebut, telah menghasilkan tiga Koperasi yakni Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Koperasi Sejahtera Anggota (KPA). 

“Masing-masing berdiri menunjukkan perwakilan dari lembaga,” imbuhnya.

Harapan kedepan, warga sekitar Gayam khususnya, dan Bojonegoro pada umumnya, bisa menggunakan produk lokal untuk dikonsumsi sendiri karena sudah ada ketersediaan pasar. Kemudian d isekitar telah dipastikan ada kegiatan menggunakan produk lokal. 

“Banggalah menggunakan produk lokal dan itu terus dikembangkan,” tandasnya.

Pihaknya mengajak untuk bersama-sama memonitor program ini  karena kemandirian tidak boleh berhenti dan butuh dukungan dari semua pihak untuk suksesnya program ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan (BAPPEDA) Bojonegoro, Eryan Dewi Fatmawati, berjanji akan mengawal program ini karena merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan migas. 

“Kita berharap ada dukungan dari semua pihak, agar lebih cepat berkembang,” tegasnya. 

Selain itu, rapat koordinasi seperti ini dapat dilakukan kembali setiap tiga bulan sekali agar program PMM bisa menjadi salah satu program yang berhasil dari sekian banyak program yang dikembangkan oleh EMCL. 

Baca Juga :   Mendag Lutfi Gelar Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN di Bali

“Untuk program pengembangan kawasan perlu ada pusat pelayanan terpadu,” saran perempuan cerdas dan enerjik itu. 

Seperti diketahui, PMM yang digulirkan ini sebagai kepedulian EMCL terhadap masyarakat sekitar operasinya. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan kegiatan ekonomi di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan home industri yang berbasis pada pengelolaan sumberdaya alam lestari.

Juga meningkatan produktivitas pertanian, peternakan, dan perikanan air tawar melalui pengenalan metode budidaya/tangkapan yang inovatif dan berwawasan lingkungan dengan meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan, meningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat dan koperasi (produksi dan simpan pinjam), mampu mengelola layanan jasa keuangan mikro secara berkelanjutan serta mengembangkan sejumlah unit usaha mikro/kecil yang berhubungan dengan  pertanian, peternakan, perikanan dan produk makanan olahan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *