Tak Ada Saksi, Kasus Pembuangan Bayi Nyaris Menguap

Temukan bayi mati

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Dalam waktu empat bulan terakhir, sudah ada dua bayi tak berdosa ditemukan meninggal di pantai Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tidak adanya saksi dan bank DNA, membuat kasus yang sedang trend di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) nyaris menguap.

“Sudah dua bayi meninggal ditemukan di pantai Jenu sejak bulan Juli kemarin,” ujar Kapolsek Jenu, AKP Elis Suendayati, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Senin, 2 Oktober 2017.

Temuan bayi pertama pada tanggal 23 Juli 2017 lalu pukul 16:15 WIB. Bayi berjenis kelamin perempuan, umur tiga hari ditemukan tengkurap di pantai Pasir Putih Desa Remen, Jenu. Dugaan petugas hasil hubungan gelap di luar pernikahan.

Temuan kedua hari ini pukul 05:30 WIB. Bayi laki-laki ditemukan meninggal dengan kulit membiru di pantai Desa Sugihwaras, Jenu. Ciri lain bayi tersebut berkulit putih bersih, rambut hitam, panjang kurang lebih 50 Centimeter (Cm), berat kurang lebih 3 Kilogram (Kg), dan tanpa tali pusar.

Baca Juga :   Musim Kemarau Mulai September

“Jenu jadi objek lokasi pembuangan bayi karena letaknya di Jalur Pantura,” imbuh mantan Kasubag Humas Polres Tuban ini.

AKP Elis mengaku, kesulitan menemukan oknum pembuang bayi jika tidak ada saksi. Faktor berikutnya karena di Indonesia belum ada bank DNA. Jika sudah ada, tentu lebih mudah bayi itu anak siapa.

“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat supaya penyelidikan polisi segera ada titik temu,” pintanya.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyudi Latif, menduga bayi yang ditemukan di pantai Sugihwaras awalnya dibuang di laut. Lantaran kena ombak, akhirnya jasad bayi menepi.

“Kalau tidak ada saksi diduga bayi dibuang di laut,” sambungnya.

Dugaan ini karena di kawasan Rest Area tak pernah sepi. Apabila ada oknum yang sengaja membuang bayinya, tentu bakal ketahuan.

Dia meminta masyarakat lebih proaktif dan rutin menjaga lingkungannya. Soal keamanan dan keterliban merupakan tanggungjawab bersama, dan bukan hanya tugas institusi Polri.

Sebagaimana diketahui, kasus pembuangan bayi di pantai Desa Remen bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Sedangkan kasus kedua terjadi tepat menjelang Hari Jadi Tuban ke-724.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur

Menyikapi fenomena ini, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, tidak dapat berbuat banyak. Dia hanya berpesan jangan korbankan bayi tak berdosa dengan alasan apapun.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *