BMKG Klarifikasi Isu Kemarau 2019-2025

Plt Kepala BMKG Jakarta Widada Sulistya

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Di sela-sela acara peresmian stasiun Meteorologi Kelas III di Jalan Raya beji Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul menyebut pada tahun 2019-2025 bakal terjadi kemarau berkepanjangan. Mendengar statment tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat langsung mengklarifikasinya.

“Info tersebut bukan dari BMKG,” ujar Plt Kepala BMKG Jakarta, Widada Sulistya, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/10/2017).

Selama ini, BMKG baru mampu memprediksi cuaca/musim enam bulan, atau paling lama satu tahun. Jika ada yang memprakirakan cuaca sampai bertahun-tahun, jelas berasal dari sumber lain.

Disinggung apakah informasi tersebut hoax, Widada tidak berani menyebut seperti itu. Masyarakat perlu mengetahui, info kemarau berkepanjangan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban, Fathul Huda menjelaskan, kekeringan tahun ini lebih banyak dari tahun 2016, dan lebih sedikit dibanding tahun 2015. Informasi yang diterimanya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, cuaca pada tahun 2018 tidak jauh berbeda dengan sekarang.

“Baru tahun 2019 terjadi kemarau panjang berkepanjangan sampai tahun 2025,” sambungnya.

Baca Juga :   Membuka Wilayah Isolir Bojonegoro Melalui KBSB

Untuk menyikapi dan mengantisipasi prediksi tersebut, bupati mulai hari ini turun ke desa kekeringan. Tujuannya mencarikan solusi, salah satunya pemboran air. Lebih bagus lagi kalau dipinjami alat dari BMKG, untuk mengetahui titik air berada.

“Semoga kebutuhan embung di Tuban dapat dibantu oleh Komisi V DPRD RI,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *