SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menerima laporan dari operator migas pada rapat evaluasi pengelolaan lingkungan hidup Ruang Terbuka Hijau (RTH) di ruang Batik Madrim, lantai II kantor Pemkab Bojonegoro, Rabu (4/10/2017).
Perwakilan Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Astika, mengaku, dari total 73.720 pohon yang ditanam, ada sekira 54.504 pohon yang hidup tersebar di wilayah operasi Field Cepu.
Sementara untuk lokasi dan luasan, pihaknya memohon maaf karena tidak dapat menyampaikan data secara akurat.
“Saat ini, kami juga telah menanam pohon trembesi dan matoa sebanyak 2000 pohon,” imbuhnya.
Sementara, perwakilan operator Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu (PEPC), Wulan Purnamasari, menyatakan, sebelumnya telah melakukan penanaman pohon di Embung Blibis sebanyak 10.000 pohon, Serta bersama Kodim 0813 Bojonegoro sebanyak 162.700 bibit pohon.
“Sementara di dalam lokasi J-TB atau tapatnya di sekitar perkantoran telah ditanami buah-buahan seperti jambu kristal, kelengkeng dan sebagainya,” imbuhnya.
Awal tahun ini, PEPC berkomitmen dengan melakukan perjanjian bersama Pemkab Bojonegoro untuk masalah lingkungan. Bentuknya seperti apa, akan didiskusikan secara lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Perwakilan dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, JOB P-PEJ, Nurhasim, mengungkapkan, sejak awal operasi telah menanam pohon teduh baik di sekitar Pad A maupun Pad B. Tidak hanya itu, sepanjang jalan akses masuk lokasi terdapat pepohonan berupa jambu dan mangga.
“Disepanjang jalan, juga ada penanaman Kemiri Sunan,” imbuhnya.
Nurhasim mengaku, pihaknya juga telah melakukan penanaman disepanjang jalan Veteran berupa Bougenvile baik ukuran kecil maupun besar, pohon Solobin, serta di Desa Campurejo banyak sekali tanaman berbagai macam jenis.
“Kurang lebih ada 10.000 pohon yang sudah kita tanam,” pungkasnya.(rien)