SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Petani garam di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada panen raya tahun ini merasakan berkah dari tingginya kenaikkan harga garam. Jika pada panen tahun lalu harga garam hanya Rp500 perkilogram saat ini harga garam tembus Rp1500 perkilogram atau naik tiga kali lipat.
“Tahun ini menjadi berkah bagi petani garam. Biasanya saat musim panen harga jeblok namun kali ini justru naik hingga tiga kali lipat,” kata salah satu petani garam di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Idris, kepada Suarabanyuurip.com.
Petani garam di Lamongan mulai masa panen pada pertengahan bulan Agustus hingga Oktober. Dimasa awal panen harga garam ditingkat petani sempat turun Rp 1000 perkilogram. Namun dua Minggu kemudian harga merangkak naik hingga Rp1500.
“Harapan saya harga garam tetap stabil Rp1500 perkilogram,” ucap Idris.
Tingginya harga garam banyak petani garam yang membeli motor baru, perhiasan atau barang berharga lainnya.
“Karena untung besar banyak petani garam yang membeli motor baru, sebagian beli perhiasan,” ungkap petani garam asal Desa Labuhan, Yudi.
Barang berharga yang dibeli bukan semata untuk investasi namun juga pengingat bahwa baru kali ini sepanjang sejarah harga garam melonjak tinggi.(tok)