SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejak awal kepemimpinanya, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, sangat peduli terhadap kondisi masyarakatnya. Salah satu program unggulannya pemenuhan air bersih, untuk masyarakat yang tinggal di wilayah kering terutama saat musim kemarau.
“Ternyata tidak mudah menentukan program yang tepat untuk permasalahan ini,” ujar Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/10/2017).
Pada praktiknya ada beberapa kendala dan juga permasalahan. Salah satunya sulitnya mendapatkan sumber air pada wilayah tertentu.
Dibeberapa titik pengeboran mengalami kegagalan. Utamanya saat dilakukan tes geolistik penentuan titik lokasi, sehingga harus dilakukan tes kembali pada titik lokasi lainnya. Untuk dananya baru bisa dianggarkan ditahun berikutnya.
Peninjauan langsung ke lokasi kekeringan adalah untuk melihat dari dekat kondisi yang sebenarnya. Sekaligus permasalahan yang ada, sehingga dapat dirumuskan solusi penangananya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan droping air bersih, yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Sebelumnya juga sudah rutin dilaksanakan pada wilayah desa-desa terdampak.
Adapun kegiatannya dimulai pada tanggal 4 Oktober 2017 di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, serta Desa Nguluhan, dan Maindu, Kecamatan Montong. Untuk desa terdampak lainnya akan dipilih secara sampling dari 9 kecamatan.
Kehadiran Bupati Huda di lokasi droping air bersih disambut dengan antusias oleh warga. Kebanyakan dari mereka berharap dengan kehadiran bupati permasalahan kekeringan akan segera dapat teratasi.
Serupa terlihat di Desa Sidonganti, saat bupati menyampaikan komitmennya dihadapan masyarakat Dusun Tegal Guo. Pada tahun 2018 nanti saluran air bersih akan sampai hingga ke dusun mereka.
“Alhamdulillah sumur uji di Dusun Soco, Desa Sidonganti telah berhasil,” imbuh Bupati dua periode tersebut.
Pemkab Tuban akan melakukan penarikan pipanisasi hingga ke Tegal Guo. Pertimbangannya jarak yang cukup panjang, yaitu kurang lebih tiga kilo meter. Untuk itu akan di sinergikan dengan program PAMSIMAS 2018.
Hal yang sama juga terlihat di Desa Maindu dan Nguluhan, Kecamatan Montong. Tahun depan juga dianggarkan pengembangan sarana prasarana air bersih. Mengingat tahun 2014 dulu Desa Nguluhan pernah gagal karena kapasitas sumur yang kecil, maka tahun 2018 akan dilaksanakan lagi pembuatan sumur uji.
“Dari sumur ini semoga akan didapatkan hasil yang optimal, agar kebutuhan akan air bersih dapat segera tercukupi,” harapnya.
Fathul Huda, juga menyempatkan berkunjung silaturahim ke TPQ yang sedang dibangun di desa yang sama dengan lokasi kekeringan. Hal ini untuk melihat kondisi langsung TPQ yang akan dialokasikan bantuan hibah APBD tahun 2017 dan 2018.
Silaturahim ke TPQ juga untuk mendukung program Pemkab Tuban, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Tuban yang lebih Religius.(Aim)