SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Didik Mukrianto hari Jumat (6/10), kembali mensosialisasikan empat pilar kepada 156 mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur. Sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, MPR RI memiliki tanggungjawab mengukuhkan pilar fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai mandat konstitusional.
“Sebagai agen perubahan mahasiswa atau pemuda harus semangat mengamalkan empat pilar MPR RI,” ujar Didik Mukrianto, kepada suarabanyuurip.com, usai sosialisasi di Gedung C Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jalan Manunggal 61 Tuban.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI memiliki tugas dan kewajiban melaksanakan peran strategis dalam perumusan arah pembangunan yang terukur dan terencana. Hasil akhirnya menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
Salah satu tugas yang dilaksanakan adalah memasyarakatkan empat pilar MPR RI. Mulai Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Urgensi pemahaman empat pilar MPR RI, dikarenakan berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan kita seua abai dan lalai dalam pengamalan empat pilar pada kehidupan sehari-hari.
Potensi isu sosial yang sedikit berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) terjadi, karena kita lali menjaga Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu, empat pilar dipandang sebagai sesuatu yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sekaligus menjadi panduan dalam kehidupan berpolitik, menegakan hukum, interaksi sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya.
Pemilihan nilai empat pilar tentu untuk mengingatkan kembali pada semua komponen masyarakat. Tujuannya agar lebih memahami, sekaligus mengamalkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengamalan nilai empat pilar diyakini, bangsa Indonesia akan mampu mewujudlan diri sebagai bangsa yang maju, kuat, adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.
“Pemuda Indonesia jangan sampai putus perspektif nasionalismenya,” harap pria yang lahir di Magetan, Jatim.
Jika melihat peta demografi Indonesia, pemuda/mahasiswa harus lebih kuat lagi memerangi degradasi karakter dan moral bangsa. Musuh atau serangan dari pesaing Indonesia bukan lagi dengan senjata menyerangnya, tapi lebih pada perusakan karakter dan moral.
Segendang seirama disampaikan Rektor Unirow Tuban, Supiana Dian Nurtjahyani. Dalam berbagai kesempatan, mahasiswanya terus ditempa wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Bagi mahasiswa baru juga mendapatkan penguatan langsung dari TNI/Polri.
“Terimakasih Unirow dipercaya menjadi tuan rumah sosialisasi ini,” ucap dosen Biologi ini.
Diharapkan sinergi ini terus terjalin di lain waktu. Salah satunya untuk mengembalikan citra kampus swasta terbesar di Bumi Wali (sebutan lain Tuban). (Aim)