SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pohon tua yang rawan roboh di sepanjangan Jalan Cepu-Blora, Jawa Tengah, yang masuk kawasan hutan Perhutani KPH Cepu, bakal diinventarisir. Menyusul terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas diduga disebabkan pohon tua yang roboh lantaran akarnya sudah membusuk belum lama ini.
Humas Perhutani KPH Cepu, Samino, menjelaskan, bahwa pohon yang rawan roboh disepanjang Jalan Cepu-Blora, akan diinvetarisir. “Akan dilakukan inventarisir pohon-pohon yang rawan roboh,†ujarnya.
Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Satlantas Polres Blora bersama Waka Utama Selatan KPH Cepu dan instansi terkait. Dirinya juga mengaku, akan memberikan santunan kepada keluarga korban laka di kawasan hutan KPH Cepu tersebut.
Kanit Laka Satlantas Polres Blora, Ipda Zaenal Arifin mengatakan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilaksanakan pihaknya mendapatkan kesimpulan jika penyebab laka tersebut adalah pohon yang sudah tua dan telah membusuk. Sehingga saat diterjang angin, pohon itupun rubuh dan menimpa kendaraan korban.
“Kami akan terus kembangkan. Sekarang kami proses pemangilan saksi-saksi salah satunya juga dari perhutani KPH Cepu sebagi pemilik pohon,†ujarnya.
Dengan kejadian tersebut, dia akan melakukan koordinasi dengan Perhutani terkait banyaknya pohon besar sepanjang Jalan Cepu-Blora.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Sri Rahayu mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati hati ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Saat ini akan memasuki musim hujan yakni musim peralihan atau pancaroba. Biasanya akan disertai angin dan petir. Kami himbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati bila ada hujan disertai angin. Jika sedang berkendara, lebih baik berhenti dan istirahat,†ucapnya.
Terlebih jika sedang berkendara melewati hutan, ia mengimbau agar tidak berteduh di bawah pohon. Lebih baik mencari pos Perhutani untuk berteduh, agar terhindar dari potensi pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.
“Jika kondisi cuaca tidak bersahabat, lebih baik jangan bepergian dahulu. Semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin,†lanjut Sri Rahayu.
Tidak hanya itu, ketika sedang berkendara juga diminta menjauhi tiang baliho dan tidak berhenti di atas jembatan. Ia meminta jika ada kejadian kebencanaan untuk bisa segera menghubungi BPBD Kabupaten Blora.(ams)