SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Turunnya hujan beberapa hari ini tak membuat semua petani di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, senang. Namun terdapat sebagian petani mengalami kepedihan yaitu petani tembakau. Karena harga tembakau langsung turun drastis.
“Untuk petani tembakau jelas susah. Karena harga jualnya langsung turun drastis,” kata Munari, petani tembakau Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, kepada suarabanyuurip.com, Senin (9/10 2017).
Dari harga daun semula Rp4200 per kilogram sekarang tinggal Rp1500 per kilogram. Sedangkang untuk harga rajangan dari semula sebelum hujan Rp35000 per kilogram sekarang anjlok tinggal Rp1700 per kilogran sampai Rp20000 per kilogramnya.
“Faktornya hujan jadi ini alam kita tidak bisa berbuat apa-apa pasrah saja dengan keadaan. Kalau kerugiannya berapa jelas banyak lah, Mas. Tapi kami belum bisa merincinya secara total karena masih ada proses rajangannya,” jelas warga desa ring satu proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) ini.
Untuk sebagian petani lainnya senang adanya turun hujan. Karena segera dapat mengolah lahan pertaniannya untuk persiapan tanam padi.
“Memang untuk petani tembakau susah harga jualnya turun. Untuk petani lainnya tentu saja senang dapat mempersiapkan tanam padi. Selain itu juga dapat mengurangi kekeringan air bersih,” sambung petani lainnya, Tasir.(sam)