SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Nelayan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan polusi debu yang ditimbulkan dari pembongkaran batu bara milik Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia dari kapal tongkang ke pelabuhan.
“Setelah bongkar pasti debu batubara membumbung tinggi terhempas angin,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Jenu, Rohmad Hidayat, kepada suarabanyuurip.com melalui sambungan teleponnya, Selasa (10/10/2017).
Apabila pada saat bersamaan ada nelayan yang melilntas, jelas akan membuat nelayan kelilipan.
“Ini sudah biasa dialami nelayan, tapi jelas mengganggu,†ucapnya.
Dikonfrontir terpisah, Kepala Desa Socorejo, Arif Rahman Hakim, tak merespon. Berkali-kali telepon yang dilakukan wartawan suarabanyuurip.com hanya terdengar nada sambung aktif, dan tidak ada tanda diangkat.
Kepala Seksi Humas dan CSR Semen Gresik, Sani Yuwono, seolah angkat tangan dan bertanya bagaimana respon kadesnya. Setelah mengetahui tak ada respon dari kades, Sani bakal mengutus tim Bina Lingkungan SG.
“Nanti biar dikonfirmasi pak Sis Kasi Bina Lingkungan,” kelitnya. (aim)