SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menuding proyek pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 267 Km oleh Pertamina Gas (Pertagas) milik Pertamina Gas (Pertagas) belum melibatkan konten lokal.Â
“Dari laporan yang saya terima, belum ada 50 persen tenaga kerja lokal yang dilibatkan pekerjaan pipanisasi ini,” kata Wakil Ketua DPRD, Sukur Prianto, saat rapat dengar pendapat (RPD) bersama Komisi A, dan C DPRD Bojonegoro, Pertagas, KWRK, LSM, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Selasa (10/10/2017).
Padahal sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23/2011 tentang  Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam Pelaksanaan Eksplorasi dan Eskploitasi serta Pengolahan migas di Bojonegoro atau biasa disebut Perda Konten Lokal, kegiatan tersebut harus memberi manfaat kepada masyarakat lokal. Terlebih, banyak sekali potensi lokal Bojonegoro dalam sektor migas salah satunya welder (tenaga las).Â
“Banyak yang sudah terlatih dan memiliki pengalaman dari proyek Banyuurip, Blok Cepu. Jadi, tidak perlu ambil dari luar Bojonegoro,” tegas politisi Partai Demokrat itu.Â
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Agus Suprianto mengaku sejak dua tahun lalu sudah mensosialisasikan Perda Konten Lokal kepada semua perusahaan di sektor migas yang melakukan kegiatan di wilayahnya.Â
“Tapi memang dalam menggandeng naker lokal masih belum maksimal,” imbuhnya.Â
Menanggapi hal itu, Humas Pertagas, Hernianda, menegaskan, dalam pekerjaan pipa gas di Bojonegoro ini Pertagas menggandeng Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri (KWRK). KWRK ini menggandeng lagi dua kontraktor yang mengerjakan 4 sektion.Â
Untuk sektion 4A dan 5B dikerjakan oleh PT PJP, perusahaan asli dari local Bojonegoro. Sedangkan sektion 4B dan 5A dikerjakan oleh PT ACM dari Jakarta.Â
“Jadi kita sudah gandeng lokal dari PT PjP,†bantahnya. (rien)