SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Tragedi berdarah yang melibatkan tiga orang anggota Brimob di bawah naungan Polda Jawa Tengah (Jateng), di kawasan lapangan Migas Blok Trembul yang terjadi pada selasa kemarin (10/10/2017) sempat menghentikan operasi eksplorasi di lapangan tersebut.
“Malam itu operasi sempat terhenti,” kata Samsul, Security PT Sarana GSS Trembul, Rabu (11/10/2017) sore.Â
Menurutnya, sesaat setelah ada kejadian itu semua operasi dihentikan. Hanya saja, pagi harinya aktivitas kembali normal.Â
“Sempat mendapat penjagaan ketat dari polisi. Tapi jam 13.00 WIB pasukan sudah ditarik,” ujarnya.Â
Warga maupun wartawan yang hendak memasuki lokasi dilarang. Hanya karyawan dan pihak-pihak yang terlibat dalam lingkup kerja operasi saja yang diperbolehkan masuk.
Alif, warga sekitar menambahkan, saat penjagaan ketat berlangsung pekerja juga dilarang masuk melalui pintu utama. Sehingga harus memutar arah melalui permukiman warga.
“Harus lewat pos timur melewati permukiman warga,” jelasnya.Â
Bukan hanya itu, lanjut dia, ada dua truk pengangkut solar juga tidak diizinkan masuk lokasi. “Meskipun persediaan solar untuk proyek sudah menipis,” terangnya.Â
Terpisah, Humas PT Sarana GSS Trembul, Guntur, enggan memberikan statemen terkait operasi di lapangan. “Maaf Pak, Sementara saya belum bisa kasih keterangan apa-apa dulu,” katanya singkat.
Diberitakan sebelumnya, ketiga korban diketahui bernama Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35) serta Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Keberadaan anggota subdit 4 Sat Brimob Pati itu dalam rangka mengamankan proyek vital nasional.
Insiden penembakan terjadi di tapak sumur SGT-01 di Lapangan Migas Blok Trembul yang dikelola oleh PT Sarana GSS Trembul yang merupakan KSO Pertamina EP, pada hari Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.
Diduga Brigadir Budi Wibowo dan Brigadir Ahmad Supriyanto tewas setelah ditembak rekannya sendiri, Brigadir Kepala Bambang Tejo. Kemudian Bambang Tejo mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.(ams)