SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Warga di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku kaget mendengar rentetan tembakan yamg terdengar dari arah lokasi eksplorasi lapangan Migas Blok Trembul di tapak sumur SGT-01 yang terletak sekira 500 meter dari permukiman warga. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Desa Karangtengah, Bambang Edy Cahyoko.Â
Menurutnya diperkirakan pukul 18.30 WIB, warga desa mendengar letusan seperti kembang api. “Kira-kira 20 kali letusan. Warga kaget, kok arahnya dari sini,” kata Bambang Edy Cahyoko, saat berada di depan pintu masuk utama lapangan tapak sumur SGT 01, Rabu (11/10/2017) sore.
Pihaknya tidak menyangka jika letusan itu ternyata adalah suara tembakan dari arah lapangan Migas. “Awalnya kami tidak tahu kalau itu suara tembakan. Kami baru tahu saat ada ramai-ramai,” ujarnya.Â
Bambang mengaku, tidak pernah mendengar jika sebelumnya ada permasalahan antara korban. Dia juga tidak mengenal masing-masing korban.
“Hanya saja, anggota Brimob itu pernah datang saat sosialisasi. Istilahnya anjangsana,” ungkapnya kepada suarabanyuurip.com.Â
Diberitakan sebelumnya, ketiga korban diketahui bernama Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35) serta Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Keberadaan anggota subdit 4 Sat Brimob Pati itu dalam rangka mengamankan proyek vital nasional.
Insiden penembakan terjadi di tapak sumur SGT-01 di Lapangan Migas Blok Trembul yang dikelola oleh PT Sarana GSS Trembul yang merupakan KSO Pertamina EP, pada hari Selasa (10/10/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.
Diduga Brigadir Budi Wibowo dan Brigadir Ahmad Supriyanto tewas setelah ditembak rekannya sendiri, Brigadir Kepala Bambang Tejo. Kemudian Bambang Tejo mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.(ams)