SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan melakukan pertemuan dengan opertor proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu dan PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation sebagai kontraktor pelaksana Engineering, Procurement, Construction (EPC) Gas Processing Facilities (GPF), Selasa (17/10/2017) besok.
“Besok kita bertemu dengan PEPC dan Rekind,” kata Bupati Suyoto kepada www.suarabanyuurip.com, Senin (16/10/2017).
Pertemuan itu seperti yang dikatakan Bupati Suyoto sebelumnya. Yakni, membahas pelaksanaan proyek EPC GPF yang segera dilakukan pada Nopember 2017 mendatang. Salah satunya, terkait keterlibatan tenaga kerja (Naker) lokal dan peluang usaha lainnya.
“Sesuai arahan Presiden, pembangunan proyek migas harus bisa menciptakan multiplier effect di Bojonegoro,” ujarnya.
Sehingga, keterlibatan naker lokal dirasa penting dalam pembangunan J-TB ini. Karena, dengan kapasitas dan produksi J-TB yang cukup besar, setidaknya akan ada lebih dari 6.000 orang tenaga kerja yang terserap selama masa konstruksi.
Proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB yang di operatori oleh PEPC ini masa konstruksi diperkirakan memakan waktu kurang lebih selama 3 tahun. Sehingga Commercial Operation Date (COD) diperkirakan sudah dapat dilakukan pada awal tahun 2021.(rien)