SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Seiring beroperasinya Control Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban, warga Dusun Semutan, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih merasakan dampaknya. Dasar itulah yang mendorong warga meminta tali asih kepada Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ) seperti apa yang diberikan ke warga Rahayu, Kecamatan Soko.
“Saat malam hari kami masih terganggu dengan suara bising dari CPA Mudi,” ujar warga Dusun Semutan, Desa Bulurejo, Sugiharjo, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Senin (16/10/2017).
Keberadaan Dusun Semutan sendiri bersebelahan dengan Dusun Sarirejo, Desa Rahayu. Kedekatan inilah yang membuat warga Semutan iri, kenapa dusun sebelah dapat tali asih sedangkan pihaknya tidak.
Catatannya, warga Semutan juga memiliki rekam jejak menjadi penerima kompensasi dampak gas buang flare Mudi sejak 2009. Pasca tali asih Desa Rahayu cair, justru Dusun Semutan terkesan diabaikan.
“Padahal yang terdampak bukan hanya Rahayu saja,” tegasnya.
Tak berlarut, kegelisahan warga Bulurejo juga dirasakan oleh warga Sokosari, Kecamatan Soko. Keduanya telah sepakat menuntut hak sebagai penerima dampak produksi Migas. Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat, kapan melakukan unjuk rasa di CPA Mudi.
Kegelisahan tersebut sudah disampaikan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Bulurejo. Pemangku kepentingan di desa ring 1 Mudi tersebut siap memperjuangkan hak warga.
“Kita terus koordinasi supaya hak warga terpenuhi,” sergah Kepala Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Yauri, secara terpisah.
Alumnus Universitas Sunan Bonang (USB) Tuban ini, menyebut ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Semutan. Bersama warga Rahayu, dulunya terus menerima kompensasi.
Pasca ada koordinasi antara Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, JOB P-PEJ, dan SKK Migas, warga Semutan dicoret dari daftar penerima tali asih. Padahal jaraknya sangat dekat dengan CPA yang memproduksi minyak dari Lapangan Sukowati, Bojonegoro, dan Lapangan Mudi, Tuban.
Saat dikonfirmasi perihal kegelisahan warga Dusun Semutan, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, belum meresponnya. Panggilan dua kali yang dilakukan wartawan suarabanyuurip.com ke nomor ponselnya tak diangkatnya. Hanya terdengar nada sambung aktif. Begitu pula pesan singkat yang dikirimkan pada pukul 08:20 WIB hingga berita ditulis juga belum dibalas.
Data yang dihimpun di lapangan, pada tanggal 11 September 2017 lalu, ratusan warga Rahayu menerima tali asih senilai Rp1.122.400.000. Pengganti kompensasi berupa inkind atau beras tersebut, diserahkan langsung oleh Field Manager (FM) JOB P-PEJ, Nusdi Septikaputra. Disaksikan pula Wakil Bupati, Noor Nahar Hussein, perwakilan SKK Migas Jabanusa, Fatah Yasin, dan Forkopimcam Soko.(Aim)