SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diminta ikut berperan dalam pengentasan kemiskinan di wilayah setempat. Mengingat, angka kemiskinan di Kabupaten Blora masih cukup tinggi. Yaitu pada angka 13 persen dari jumlah penduduk Blora atau peringkat 21 di Provinsi Jawa Tengah.
“Dengan potensi besar yang dimiliki Baznas serta ikut andilnya semua pihak dalam pengentasan kemiskinan, niscaya jumlah warga miskin akan berkurang,†ujar Bupati Blora, Djoko Nugroho.Â
Menurutnya, saat ini Blora menempati rangking 21 angka kemiskinan di Jateng dengan jumlah warga miskin mencapai 113 ribu orang atau sekitar 13 persen dari jumlah penduduk Blora. Jika prosentase itu berkurang satu persen saja, kata dia, maka peringkat Blora akan menjadi lebih baik. Dengan catatan, kabupaten dan kota lainnya di Jateng tidak mengalami perubahan atau stagnan.
“Mengurangi jumlah warga miskin satu persen saja dari jumlah penduduk itu bukan hal yang ringan. Butuh kerja keras dan kerja bersama semua pihak. Kami mengharapkan Baznas juga terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Blora,’’ ujarnya Bupati Djoko Nugroho dalam sambutan pengukuhan pimpinan Baznas Blora masa kerja 2017-2022, belum lama ini.
Dia mencontohkan, pada program keluarga harapan (PKH dengan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH sebanyak 24.489 keluarga, yang berhasil dientaskan dari kemiskinan tahun ini sekitar 13 keluarga. Meski jumlahnya masih tergolong sedikit, pihaknya mengharapkan 13 KPM itu menjadi inspirator bagi program-program pengentasan kemiskinan.
Banyaknya program sosial untuk membantu warga miskin, seperti bantuan beras (rastra), BPJS, PKH serta bantuan pendidikan, muara dari program tersebut adalah pengentasan kemiskinan.
“Baznas juga begitu. Warga yang dibantu nantinya adalah yang masuk dalam kategori miskin sebanyak 113 ribu orang itu. Kecuali ada peristiwa khusus, misalnya membantu warga yang terkena musibah bencana alam,’’ kata Kokok sapaan akrabnya.
Adapun pimpinan Baznas Blora yang dikukuhkan, Ali Muhdhor, Widodo, Nur Rokhi, Achmad Mucharom, dan Abdul Halim.(Ams)