SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebanyak 59 rumah retak milik warga Ngetuk, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam waktu dekat bakal menerima ganti rugi bervariatif. Sebagai pelaku peledakan tambang, Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia siap banggung jawab.
“Alhamdulillah sudah ada titik temu dengan warga,” ujar Kasi Corporate Social Responsibility (CSR) SG, Siswanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (18/10/2017).
Dalam waktu dekat, Siswanto berjanji bakal merealisasikan ganti rugi tersebut. Intinya ganti rugi variatif, sesuai kondisi riil kerusakan yang ada.
Untuk pengaturannya, SG menyerahkannya ke warga bagaimana baiknya. Tentu dengan harapan, ketentraman dan ketenangan warga tetap terjaga.
Perihal pemberian program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga terdampak peledakan, pihaknya berjanji memberikannya. Saat ini dia terus berkomunikasi membangun pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Karanglo, Susnandar, mendorong SG lebih profesional dan berkomitmen menjaga lingkungannya. Keretakan rumah warganya sudah menjadi rahasia umum, dan baru kali ini ada rencana ganti rugi.
“Belum ada ganti rugi apapun selama ini,” sambungnya.
Sejak mencuatnya dampak peledakan tambang SG di media, Wakil Bupati (Wabup), Noor Nahar Hussein, dan Ketua DPRD Tuban, Miyadi meradang. Komisi A DPRD bakal diterjunkan langsung ke lokasi tambang, untuk membuktikan seberapa parah dampak dari aktivitas BUMN di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. (Aim)