SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, sesuai arahan Bupati Suyoto agar semua perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) untuk berkoordinasi terkait pelestarian lingkungan.
“Jangan sampai pemberian program Corporate Social Responsibility atau CSR berupa penanaman pohon banyak yang mati,” kata perwakilan DLH, Ana, saat Match Making Dialog tentang pelaksanaan CSR yang berkelanjutan dan berdampak pada kemiskinan dan kelestarian lingkungan di Creative Room, lantai 6 gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (18/10/2017).
Koordinasi ini perlu dilakukan karena harus ada penyesuaian dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) masing-masing perusahaan. Salah satu contoh, ada kontraktor migas yang menanam pohon Tawis tapi akhirnya mati karena tidak sesuai Amdal.
“Sehingga, butuh koordinasi baik apa yang akan ditanam, lokasinya dimana, apakah tanaman itu produktif atau peneduh,” lanjutnya.
Pihaknya juga mengingatkan, agar perusahaan memperhatikan kondisi cuaca saat akan melakukan penanaman pohon, Selanjutmya, apabila sudah melakukan penanaman harus dilakukan pemeliharaan, jangan sampai setelah menanam kemudian ditelantarkan akhirnya mati. “Sehingga, upaya kelestarian belum terealisasi,” tandasnya.(rien)