SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Upaya melestarikan lingkungan sekitar wilayah industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (K3S). Salah satunys oleh operator unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC).Â
“PEPC komitmen akan menanam sebanyak 25.000 pohon Trembesi mulai bulan Nopember nanti,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada www.suarabanyuurip.com, Sabtu (21/10/2017).Â
Penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut dari dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta keterkaitan isu lingkungan seperti kondisi cuaca, pencemeran air dan udara.Â
“Kegiatan yang akan dilakukan PEPC tersebut tentu bisa menambah O2,” tukasnya.Â
Sementara itu, Relations Superintendant PEPC, Edi Purnomo mengungkapkan, saat ini proses penanaman 25.000 pohon Trembesi masih dalam tahap lelang. Rencananya, pohon tersebut ditanam di beberapa sumber air yang ada di Bojonegoro.Â
“Kita akan koordinasikan lebih lanjut titik mana saja penanaman dilakukan,” imbuhnya.Â
Pihaknya menegaskan, dalam melakukan penanaman pohon Trembesi nantinya tidak hanya memikirkan kuantitas tanaman, akan tetapi akan ada pendampingan agar tidak mati di tengah jalan.Â
Untuk diketahui, penanaman 10 ribu pohon Trembesi dan Kemiri Sunan sudah lakukan PEPC, meskipun J-TB belum beroperasi. Salah satunya dilakukan tahun 2014 di Embung Blibis, Desa Purwasari, Kecamatan Purwosari, bersama Kodim 0813 Bojonegoro. (rien)