SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sejumlah mahasiswa asing dari 11 Negara, berkunjung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, mereka diajak ke objek wisata edukasi sumur pengeboran minyak peninggalan Belanda di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, pada hari Jum’at 20 Oktober 2017.
Kedatangan mahasiswa asing itu disambut oleh Camat Sambong, Kepala Desa Ledok, Direktur BPE dan perwakilan LMDH Ledok serta Forkopimcam Sambong.
“Tentu saja kami sangat senang atas kedatangan para mahasiswa dari luar negeri di kawasan wisata sumur minyak tua peninggalan Belanda. Harapannya, karena ada potensi wisata edukasi semakin menarik untuk dikunjungi. Apalagi didukung dengan potensi wisata Kedungpupur,†kata Retno Kusumowati, Camat Sambong, dalam rilis yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (22/10/2017).
Untuk menuju lokasi sumur minyak, para mahasiswa asing itu diangkut dengan mengendarai sejumlah mobil jeep dengan pengawalan anggota Polsek Cepu dan Polsek Sambong Polres Blora serta Koramil wilayah setempat.
Ketika sampai di sumur minyak Magung, mereka menerima penjelasan dari Soentoro, salah seorang petugas, tentang sejarah pengeboran minyak di wilayah setempat.
“Ini merupakan sumur minyak pertama di Indonesia yang dieksploitasi oleh Belanda,†jelas Soentoro.
Perjalanan menempuh kawasan hutan jati dilanjutkan melihat aktivitas para penambang minyak di sumur 142 dan sumur 98 yang dikelola oleh Pertamina. Para mahasiswa asing itu tertarik dan melihat dari dekat proses menimba minyak dari kedalaman sumur 600 meter. Selain itu, mereka juga melihat dari dekat sumur angguk yang ada di kawasan setempat.
“Bagus, saya suka, sangat berkesan sekali bisa menyaksikan sumur minyak,†kata Kagireneza Alexis Fidele mahasiswa dari Rwanda, Afrika.
Dari kawasan wisata edukasi sumur minyak di Desa Ledok, rombongan diajak menuju ke Kampung Samin di Dusun Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong.
Kedatangan mereka juga disambut dengan kesenian kotekan lesung yang dimainkan oleh para wanita Samin Dusun Blimbing, Desa Sambongrejo. Bahkan, sejumlah mahasiswa ikut mencoba bermain kotekan lesung dengan antan (alu) bersama para wanita Samin.
Kemudian para mahasiswa itu dipersilahkan menikmati sajian kuliner tradisional khas masyarakat Samin Sambongrejo.
“Kami mengapresiasi kedatangan para mahasiswa ke Blora. Selamat datang, ini baru sebagian yang bisa ditampilkan Kabupaten Blora. Tentu saja bisa lebih dikenalkan dan dipromosikan melalui agen wisata,†ujar Wabup Blora, Arief Rohman.
Senada disampaikan oleh Pramugi Prawiro Wijoyo. Setelah memperkenalkan diri, Pramugi menyampaikan suasana dan kehidupan warga Samin setempat seperti bertani dan berternak.
“Beginilah suasana Kampung Adat Samin di sini, semoga berkesan. Saya doakan semoga semuanya sehat dan selamat. Sami seger waras,†ujar Pramugi.
Rabeea Mond Manshor, mahasiswa dari Libya, mengatakan, senang di kampung samin. Bahkan minta foto yang ada di kampung samin Sambongrejo dikirim melalui WhatsApp.
“Orang Indonesia baik, saya suka. Nanti foto saya dikirim whatsapp saya,†ucapnya sambil tersenyum dan memberi nomor WA kepada salah seorang pewarta.
Untuk diketahui, mereka berasal dari Amerika, Uganda, Malaysia, Tanzania, Vietnam, Libya, Rwanda, Timor Leste, Nigeria, Prancis, dan Etiopia. Setibanya di Blora, rombongan diajak mengenali sejarah perminyakan, seni budaya, hingga budaya samin dengan tujuan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Blora.
Kedatangan mereka di Blora, dalam rangkaian kegiatan Familiarization Tour Mahasiswa Asing yang didukung oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Travel Agency Malaysia dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Blora.(ams)