Serahkan Reaktivasi Sumur Tua ke Penambang

Tonny Ade Irawan BBS

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengungkapkan, untuk melakukan reaktivasi sumur di wilayah sumur tua menyerahkan semua kepada para penambang.

“Kalau masalah modal untuk reaktivasi sumur kami serahkan semua kepada para penambang,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (24/10/2017).

Hal ini dikarenakan para penambang sudah biasa untuk mereaktivasi sumur. Namun, apabila para penambang akan menggandeng investor harus mendapatkan informasi yang jelas bagi hasilnya berapa dan seperti apa.

“Sementara kami hanya sebagai pengawas saja,” imbuhnya.

Jangan sampai para penambang dirugikan dengan porsi yang sedikit misalnya penambang 10 persen sisanya investor. Tapi penambang harus mendapatkan 70 persen sisanya investor.

“La ini yang sedang kami atur regulasinya,” tandasnya.

Tonny menegaskan, dengan mengelola 505 sumur dengan berbagai macam permasalahan sosial yang ada tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu, dua atau tiga bulan.

Baca Juga :   Bentuk Destana Sekitar Kilang Tuban

“Masalah sosial ini seperti bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 505 sumur yang dikelola PT BBS sebagian besar kondisinya mati dan harus direaktivasi lagi untuk dapat memproduksi minyak mentah.

Saat ini, PT BBS baru menyetor minyak ke Pertamina EP Asset IV Field Cepu sebesar 25 barel per hari (Bph) dari target 500 Bph.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *