SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pengawas Ketenagakerjaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tenaga Kerja Disnakertransos Provinsi Jawa Timur, Endang Ramis, menyampaikan, selama ini kontraktor pelaksana proyek pipa Gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 267 kilometer di Kabupaten Bojonegoro telah menggandeng atau melibatkan lokal.
Kontraktor yang digandeng Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri ( KWRK), selaku sub kontraktor pelaksana utama pipa Gresem, yakni PT Pertamina Gas (Pertagas), menggandeng lagi dua kontraktor lokal diantaranya PT Arandra Citra Mandiri (ACM) dan PT Prima Jaya Perdana (PJP).
Dari hasil pertemuan dengan PT ACM dan PJP beberapa hari lalu, pihaknya mendapatkan data jumlah tenaga kerja lokal yang direkrut.
“PT PJP sudah mempekerjakan 19 tenaga kerja lokal, bahkan tenaga kerja itu juga sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/10/2017).
Sedangkan PT ACM, masih dalam proses persiapan, tetapi juga akan mencari tenaga kerja lokal untuk bidang “welder” atau tenaga las sebanyak 19 orang.
“PT ACM juga akan mempekerjakan sekira 19 tenaga kerja lokal untuk tenaga welder,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agus Supriyanto, menjelaskan, sesuai Peraturan Daerah No 23 tahun 2011 tentang konten lokal, maka semua kontraktor yang bekerja di daerahnya harus mengutamakan tenaga kerja lokal.
“Kalau tenaga kerja lokal tidak ada baru tenaga kerja luar. Itupun harus ada rekomendasi dari disperinaker,” tukasnya.
Pihaknya mengaku, akan mengawasi pekerjaan pipa gas Gresik-Semarang yang dikerjakan oleh Pertagas dan kontraktornya KWRK. Jangan sampai, KWRK saat menggandeng kontraktor lagi, tidak melibatkan lokal.(rien)