SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Setelah deklarasi Desa Tangguh Bencana (Destana) pada Jumat (20/10) lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, bersama Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menggelar latihan pemadaman kebakaran bagi warga sekitar Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban. Pelatihnya tiga orang utusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kami tidak setengah-setengah dalam peningkatan kapasitas warga,†ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di salah satu hotel di Kecamatan Jenu, Kamis (26/10/2017).
Tujuan dari latihan ini untuk mengenalkan warga sekitar industri Migas dalam menangani kebakaran. Sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menanggulangi ancaman bencana kegagalan teknologi industri.Â
Latihan ini difokuskan pada warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel. Ditambah karyawan Mudi, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Pertimbangannya mereka yang pertama kali, merasakan dampak industri Migas.
“Alhamdulillah kita sudah bersinergi dengan JOB P-PEJ empat tahun terakhir,†imbuh Joko.
Setelah dibekali materi dan praktik pemadaman kebakaran, keesokan harinya semua peserta bakal studi banding ke Klaten, Jawa Tengah. Targetnya belajar manajemen Destana di sana.Â
Salah satu peserta dari Desa Rahayu, Mujiono, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. “Kita menjadi tahu bagaimana cara menghadapi bencana ketika terjadi,†ucapnya.
Pelatihan ini melibatkan 22 warga Rahayu dan 22 warga Bulurejo. Pantauan di lapangan, setiap peserta dilatih mengenali alat pemadam kebakaran. Berikutnya cara menarik selang, menggulung, maupun memanggul selang pemadam. (aim)