SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Diantara ribuan pecinta sepeda tua maupun sepeda gunung yang ikut “Ngontel Karo Bupati” di Alun-Alun Tuban, Jawa Timur, ada seorang difabel yang rela mengayuh sepeda tuanya menggunakan satu kaki. Pitung (47) namanya, harus ngontel dari Probolinggo ke Tuban untuk meramaikan Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724.
“Hari Kamis pagi berangkat dari Probolinggo sampai Tuban Jumat malam,” ujar pecinta sepeda tua asal Desa Asem Bagus, Kecamatan Krasakaan, Kabupaten Probolinggo, Pitung, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (29/10/2017).
Sekalipun memiliki anggota tubuh yang tidak sempurna, Pitung tidak patah arang. Sesampainya di Tuban, dia kemudian bermalam di rumah teman lamanya. Dirinya nekat ngontel dari Probolinggo hingga ke Tuban, karena kecintaannya terhadap sepeda tua. Selain itu, untuk mencari saudara baru.
Tidak dipungkirinya, pada kegiatan seperti ini akan diikuti peserta dari berbagai daerah. Secara otomatis akan mudah mencari saudara baru, khususnya sesama pecinta sepeda tua.
”Tidak ada hambatan yang terpenting memiliki tekad dan kemauan yang kuat,” tegasnya dengan wajah senyum.
Seorang diri, dia mengayuh sepeda tuanya dari Probolinggo melewati Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, dan tiba di Tuban. Pria yang pernah mengayuh sepeda dari Probolinggo ke Cirebon, Jawa Barat tersebut berhenti saat merasa lelah saja.
”Saya berhenti saat lelah dan saat memasuki sholat berhenti di masjid,” tambahnya.
Selain meramaikan HJT, komunitas sepeda tua dan pencinta sepeda gunung dari berbagai daerah bakal juga menjadi saksi pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Tuban.
Mereka terdiri dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) dari berbagai daerah seperti, Probolinggo, Ngawi, Surabaya, Bojonegoro, Gresik, Lamongan, dan dari berbagai daerah lainnya.
Ketua Umum ISSI Tuban, Murtadji, menjelaskan, Ngontel Karo Bupati kali ini untuk memeriahkan HJT yang ke-724. Rencana awal pengukuhan langsung dilakukan oleh Ketua Umum ISSI Jatim, Wachid, tapi karena ada halangan akhirnya diwakilkan.
Setelah pengukuhan, Sekretaris ISSI Jatim, Gatot Suseno, menjelaskan, keberadaan ISSI sebagai pioner olahraga sepeda harus mampu menumbuhkan atlet. Nantinya atlet tersebut mampu melesat ke tingkat Nasional bahkan dunia.
“Harus ada atlet Tuban yang lolos ke Nasional dan Internasional,” harapnya.
Terbentuknya kepengurusan ISSI, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, berharap muncul pesepeda berprestasi seperti Uyun Mujiya, maupun Edi Keling.
“ISSI harus serius menggarap atlet sepeda,” pungkasnya. (Aim)