SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Budayawan Emha Ainun Nadjib enggan berkomentar mengenai pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Bojonegoro maupun Jawa Timur yang akan dihelat pada 2018 mendatang.
“Maaf saya tidak mau berkomentar tentang politik,” kata Cak Nun panggilan kondang Emha Ainun Nadjib saat ditanya suarabanyuurip.com sebelum memulai Sinau  Bareng di Lapangan Sepak Bola Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dalam rangkaian Festival Banyuurip, Minggi (5/11/2017).
Dirinya menegaskan tidak akan terlibat dan mendukung satupun bakal calon dalam Pilkada Jawa Timur, maupun pilkada lainnya yang akan dilakukan secara serentak pada tahun depan.
“Tapi nanti pasti banyak yang datang mencari saya,” ucapnya.
Ditanya tentang pemimpin ideal, Cak Nun juga enggan berkomentar. Sikap ini berbeda dengan anak pertamanya, Sabrang Damar Mowo Panuluh. Menurut Sabrang, menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah.
“Definisi pemimpin ideal itu yang bagaimana ? Karena gini, menjadi pemimpin iku ora gampang,” tegasnya.
Kemudian Sabrang memberikan contoh untuk memajukan lima bidang tidak bisa dilakukan bersamaan. Ia mengilustrasikan jika kaki tidak dapat melangkah bersama-sama ke depan.Â
“Sikil iku majune ora iso bareng, kudu siji-siji,” ucapnya.
Menurut dia, pemimpin ideal itu harus tahu kedalam, dan faham konstelasi keluar untuk menentukan langkah. Sedangkan untuk menentukan langkah tersebut tepat atau tidak hanya dapat dibuktikan oleh zaman.
“Pemimpin yang saya cari adalah pemimpin yang  berani transparan seratus persen,” pungkas vokalis Noe Letto itu saat ikut mendampingi Sinau Bareng Cak Nun & Kiai Kanjeng. (suko)