SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Fiel Cepu saat ini tengah fokus menjaga konsistensi produksi gas Blok Gundih untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik Indonesia Power di Tambaklorok, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok Block 3 dengan kapasitas 799 megawatt (mw) oleh Indonesia power dan akan dikerjakan oleh oleh konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya.
Public Relations Analyst Pertamina EP Asset 4 Fiel Cepu, Tiara Kartika Sari, menjelaskan tidak ada kontrak baru terkait hal itu.
“Kami sedang fokus menjaga konsistensi produksi gas Gundih, dan berupaya meningkatkannya di tahun depan 2018,” ujar Tiara kepada suarabanyuurip.com, Kamis (9/11/2017).
Pertamina berencana melakukan pengeboran di Blok Gundih pada sumur NKT-01 di wilayah Kecamatan Kedungtuban. Pengeboran dijadwalkan pada semester 3 tahun 2018.
“Kami ada rencana pemboran di Blok Gundih untuk menjaga produksi dan harapannya bisa meningkatkan produksi,” katanya.
Untuk diketahui, pasokan gas yang akan mensuplai PLTGU Tambak Lorok berasal dari Blok Gundih di Blora dan Lapangan Kepodang Blok Muriah di Jepara.  Indonesia Power sendiri sudah melakukan Penandatanganan Jual Beli Gas (PJBG) dari kedua sumber gas tersebut. Volume gas yang dibutuhan 90 billion british thermal units per day (BBTUD).
“Sudah ditandatangi,” ujar Seno Margo Utomo, Tenaga Ahli Komisi VII DPRRI dikonfirmasi terpisah.
Namun, lanjut dia, sekarang ini kondisi gas dari lapangan Kepodang sedang mengalami penurunan. Sehingga ada kemungkinan gas untuk PLGU itu disuplay semua dari Blok Gundih sebagai pengganti gas dari lapangan kepodang.
“Kemungkinannya seperti itu,†terangnya. (ams)