SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Meski telah memasuki musim penghujan, namun masih terdapat sejumlah telaga di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kering. Sehingga berdampak pada warga sekitar sulit mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu juga tidak bisa memulai tanam padi.
Telaga yang kering tersebut diantaranya Telaga Desa Sambangan, Kecamatan Babat, Telaga Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Telaga Porodeso, Kecamatan Sekaran, Telaga Pajangan, Kecamatan Sukodadi.
“Meski sudah musim penghujan, tapi intensitas hujannya masih rendah sehingga telaga penampungan air masih kering. Jika pun sudah ada airnya belum penuh,” kata Kepala Desa (Kades) Ngambeg Mutadin, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (10/11/2017).
Padahal telaga desa merupakan sumber air bersih bagi warga desa sekitarnya. Sejak adanya proyek Wslic tahun 2000 an telaga desa dimanfaatkan sebagai bahan baku air bersih untuk kemudian ditampung ditandon air dan disalurkan ke ratusan rumah warga.
Namun karena telaga kering sejak tujuh bulan terakhir, tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan air bersih warga. Untuk mendapatkan air bersih warga terpaksa membeli air bersih dari luar desa seharga Rp2500 per jerigen.
Tak hanya itu, kata Mutadin, karena keringnya telaga membuat warga Sambangan terpaksa membiarkan sawahnya bero (tidak ditanami). Karena selama ini warga memanfaatkan telaga desa menjadi sumber irigasi pertanian.
“Belum bisa tanam karena telaga tidak ada airnya, Mas. Sedangkan hujannya juga belum turun maksimal ” kata Kepala Dusun (Kasun) Sambangan Suparto.(tok)