SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban - Sedikitnya 14 pasangan pengantin mengikuti nikah massal di Masjid Agung Tuban, Jawa Timur, dalam rangka puncak Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724. Nikah massal disaksikan langsung Bupati Tuban, Fathul Huda beserta jajaran Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) setempat.
“Alhamdulillah sekarang sudah halal,” ujar salah seorang mempelai pria asal Kecamatan Jatirogo, Mochammad Subekan, kepada suarabanyuurip.com, setelah akad, Minggu (12/11/2017).
Pria berkulit sawo matang ini tidak memiliki tujuan lain ikut nikah massal, selain ingin meramaikan HJT. Setelah akad nikah, Subekan bersama istrinya Sella Nining Fitriyani langsung mengikuti pawai menuju acara resepsi di Pendapa Krida Manunggal Tuban.
“Sedikit malu waktu dikecup kening oleh suami di depan Bupati,” tutur Sella sambil tersipu.
Namun dia mengaku senang dapat berpartisipasi dalam HJT. Selain gratis, setiap mempelai juga memperoleh mahar Rp1 juta, dan perlengkapan pernikahan lainnya.
Nikah gratis ini diketahui Sella dari pemerintah desa dan Kantor Urusan Agama (KUA). Kemudian dia langsung mendaftar di Bagian Kesra Setda Tuban.Â
Bupati Tuban, Fathul Huda, menjelaskan kegiatan nikah massal gratis ini sebagai wujud daerah menyejahterakan masyarakatnya. Dikhawatirkan apabila hubungan tidak tercatat resmi di agama dan negara, bakal berdampak negatif terhadap anak keturunannya.
Disamping itu, tidak semua masyarakat di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) memiliki kemampuan yang sama menggelar pernikahan. Diharapkan melalui nikah missal gratis ini tidak ada lagi masyarakatnya yang tidak dapat menikah hanya gara-gara tidak punya biaya.
“Begitupun dengan orang sakit tidak bisa berobat, karena tak memiliki biaya. Semoga ini bermanfaat dan menyejahterakan mempelai yang membutuhkan,” sambungnya.
Adapun data peserta nikah massal, dari Kecamatan Jatirogo meliputi pasangan Mahfud dan Sutrisni, Mohammad Bibi Muchlisin dan Suharni, Moch Subekan dan Selli, Roni Setiawan, dan Rahayu Setianingsih, Jamin Sami. Dari Kecamatan Semanding ada Kuseri dan Karmu, Karsiman dan Runah.
Mempelai dari Kecamatan Soko ada Puji Winarto dan Sri Muning, Andik dan Siti Adita. Dari Kecamatan Kenduruan ada pasangan Suwarno dan Rutiah, sedangkan Deni Susilo dan Watinah tidak hadir. Kecamatan Bancar Puji dan Suparmi, Kecamatan Widang ada Muklis dan Astri Rahayu, Sutikno dan Darmi. Terakhir Kecamatan Kerek ada Kandar dan Susi (aim)