SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dalam Seminar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diisi oleh mantan Menteri Pendidikan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Muhammad Nuh, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengumbar janji kepada 4.888 guru PAUD Kabupaten Tuban. Tunjangan guru PAUD bakal dinaikkan, dan bakal disekolahkan sampai jenjang strata seperti guru Madrasarah Diniyah (Madin).
“Sekalipun gaji minim guru PAUD hebat,” ujar Gus Ipul, kepada suarabanyuurip.com, di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Sabtu (18/11/2017).
Persoalan kenaikan tunjangan guru PAUD yang mencuat belakangan ini, perlahan bakal diselesaikan secara pasti melalui APBD Provinsi dan Kabupaten/kota. Khusus bagi guru PAUD Tuban harus bersyukur, karena hidup di daerah yang menaruh perhatian terhadap kesejahteraan pendidik.
Jumlah lembaga PAUD di Jatim setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sekarang tercatat 44.798 lembaga PAUD dengan jumlah guru PAUD lebih dari 92.000 guru. Sedangkan jumlah siswanya lebih dari 1,3 juta siswa.
“Menyikapi hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana mendirikan minimal satu lembaga PAUD di satu desa,” imbuh Gus Ipul.
Akhir-akhir ini guru PAUD juga mengalami kegundahan terkait statusnya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, guru PAUD hanya dianggap berstatus pengasuh bukan guru. Tentu hal ini akan berimbas pada tunjungan dan penghasilan.
“Kami akan tetap berusaha mendorong adanya perubahan peraturan supaya guru PAUD bisa dianggap menjadi guru sepenuhnya,†tambahnya.
Lebih dari itu, Wagub Jatim dua periode ini menegaskan, bersama Gubernur saat ini telah memiliki program untuk menyekolahkan guru Madrasah Diniyah (Madin) sampai jenjang sarjana. Selama 5 tahun terakhir, lebih dari 10.000 guru Madin sudah masuk jenjang strata satu. Harapannya kedepan guru PAUD juga akan mendapatkan kesempatan yang sama.
“Beberapa guru yang terpilih akan dikuliahkan dan yang lain akan mendapatkan pelatihan yang mumpuni dan berkelanjutan,†janjinya.
Segendang seirama disampaikan Bupati Tuban, Fathul Huda. Para tenaga pendidik yang telah berperan aktif, kelak melahirkan manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan berfaedah bagi lingkungan sekitarnya.
Dahulu Kabupaten Tuban memiliki predikat yang kurang baik yaitu kota arak, banyak yang bodoh dan miskin. Saat ini berbagai tindakan dilakukan untuk mewujudkan Tuban yang lebih baik melalui berbagai upaya, baik dalam bentuk kebijakan pemerintah maupun yang lainnya. Salah satu caranya adalah melalui bidang pendidikan.
“Pendidikan memiliki jangka panjang dan jangka pendek,” sergah bapak empat anak ini.
Dalam jangka pendek mendapatkan ganerasi penerus yang berpendidikan, menciptakan anak-anak menjadi lebih terampil. Sekaligus memiliki karakter yang bermoral, dan beretos kerja. Keseimbangan karakter ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.
Sedangkan dalam jangka panjangnya tentu dengan memiliki pendidikan yang baik, akan tercipta generasi yang baik pula. Tentunya dapat memutus rantai buta huruf, mengurangi angka kemiskinan, dan memberantas peredaran dan produksi minuman keras di Kabupaten Tuban.
“Kini kita ubah Tuban menjadi Bumi Wali yang bebas arak,” ungkapnya.
Melalui pendidikan, permasalahan krisis pangan, energi, dan lainnya yang membayangi ke depan pasti dapat diselesaikan. Berbagai terobosan akan bermunculan guna mengatasi permasalahan tersebut. Untuk itulah, membangun pendidikan semaksimal mungkin adalah kunci utama.
Mantan Ketua PCNU Tuban, ini mengajak, masyarakat untuk berpikiran terbuka (open-minded). Hal ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat Kabupaten Tuban menjadi lebih sejahtera. Para guru juga dihimbau untuk mengubah mindset pengajaran yang satu arah, dari guru ke siswa.
Bupati asal Montong ini menjelaskan, 70% atau sebanyak 900.000 masyarakat Tuban berprofesi sebagai petani. Hanya 190.000 yang memiliki kartu tani, sementara sisanya adalah buruh tani. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pengembangan di bidang industri di Kabupaten Tuban.
Hal ini terbukti berhasil dengan angka pengangguran Kabupaten Tuban yang turun menjadi 3%. Sekarang sudah turun dibawah standar ILO yaitu 5%.
Kepada investor yang akan membangun industrinya di Tuban, Bupati memberikan syarat harus mendirikan sekolah yang memiliki bidang ilmu yang di butuhkan oleh investor. Tidak ada alasan lagi bagi investor yang menolak pekerja dari Tuban, karena tidak memenuhi kriteria skill yang di butuhkan perusahaan.
“Investor harus mengutamakan lagi sumber daya manusia dari Tuban,” tegasnya.
Sebagai pemateri seminar nasional, Pak Nuh sapaan akrabnya menekankan pentingnya kesetiaan dan militansi guru-guru PAUD. Guru PAUD dengan rasa tulus ikhlas penuh semangat tanpa kenal lelah, tanpa imbalan yang setimpal dengan perjuanganya tetap setia terhadap tanggung jawabnya.
“Setiap kesuksesan menempuh tahapan dan tantangan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya,†tuturnya.
Seminar semakin meriah dengan dibagikannya hadiah dari panitia Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724 yang bekerjasama dengan Semen Gresik dengan memberikan Hadiah Umroh bagi 3 orang guru. Sedangkan Bupati Tuban secara pribadi memberikan hadiah berupa satu buah sepeda motor matik, dan dalam sambutannya Gus Ipul juga menambahkan hadiah berupa 3 buah motor, 15 Sepeda dan 9 Handphone Andorid.
Selain hadiah utama juga dibagikan puluhan hadiah hiburan. Mulai setrika sampai mesin cuci dari panitia HJT yang didukung pula oleh Bank Jatim cabang Tuban dan BPJS Kesehatan.
Para tenaga pendidik yang mengikuti seminar berasal dari Ikatan Guru Raudlatul Afthal (IGRA)sebanyak 903 orang. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) sebanyak 1987 orang, dan dari HIMPAUDI sebanyak 1998 orang.(Aim)