KPU Blora Temukan 1.105 KTP Palsu

KPUK Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora, Jawa Tengah, menemukan ribuan Kartu Tanda Pemduduk (KTP) ditengarai palsu setelah melakukan verifikasi administrasi dokumen keanggotaan partai Politik.

Menurut Hamdun, Komisioner KPUK Blora, setelah dilakukan verifikasi administrasi ditemukan sebanyak 1.105 KTP palsu dari dokumen Partai Garuda. Dari hasil verifikasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Blora, diketahui sebanyak 1.105 KTP, antara nama, foto dan alamat dinyatakan tidak sesuai. Sehingga, dari jumlah semula anggota yang didaftarkan sebanyak 1.192 anggota, hanya 87 orang anggota yang memenuhi sarat.

“Selain itu juga data anggota itu tidak sesuai antara F2, Sipol dan KTP,” ujarnya, Jum’at (17/11/2017) kemarin di gedung KPUK Blora.

Dari temuan tersebut, Partai Garuda diminta oleh KPUK untuk melakukan perbaikan. KPU memberikan kesempatan perbaikan bagi semua partai yang belum melengkapi administrasi hingga 1 Desember mendatang.

Dia menambahkan, untuk KTP palsu itu, hanya di temukan pada Partai Garuda. Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil verifikasi administrasi keanggotaan dari 12  partai yang masuk dalam daftar KPUK Blora, hanya 5 partai yang keanggotaannya tidak memenuhi seperseribu.

Baca Juga :   NasDem Bojonegoro Beri Anugerah 5 Tokoh Penggerak Restorasi

Diantarnya, PKB hanya 463 anggota, Nasdem 881 anggota, Gerindra 244 anggota, Hanura 560 angota dan Partai Garuda 87 anggota.

”Partai yang belum memenuhi seperseribu untuk memenuhi hingga 1 Desember,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Pencatatan Penduduk Dindukcapil Blora, Agus Listiyono, membenarkan, KPUK mendatangi tempatnya bekerja dengan membawa foto kopi KTP dari Partai Garuda. Setelah dicek semua KTP itu palsu dan tidak benar. Karena, menurutnya, antara foto dan alamatnya tidak sama. Bahkan foto anggota dari partai Garuda ini sama semua.

“Karena KTP itu hanya milik satu orang,” tuturnya.

Sementara Ketua Partai Garuda, Mulgiono saat dikonfirmasi, belum memberikan informasi. Saat dihubungi wartawan, melalui telephon selularnya, tidak ada tanggapan.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *